DENI dan Fauziah punya cara tersendiri dalam mendidik anaknya, termasuk dalam persoalan dunia Islam khususnya terkait Palestina.
Proses belajar, menanamkan rasa keprihatinan, serta mencintai kedamaian, itu dilakukan sepasang suami-istri itu.
Pada Aksi Bela Palestina di lapangan Monas, Jakarta, Ahad (17/12/2017) pun, Deni dan Fauziyah membawa serta dua anaknya, Yumna dan Jinan, yang masih duduk di kelas dua SD.
Sekeluarga ini pantauan hidayatullah.com, begitu semangat berdiri di depan panggung Aksi Bela Palestina, meski massa perlahan mulai membubarkan diri, Ahad siang.
“Aksi ini adalah didikan buat anak-anak saya, bahwa di Palestina sana, banyak anak sebayanya yang lebih berjuang darinya,” tutur Deni ditemui media ini, seraya ia menggendong si sulung Yumna yang membawa bendera Palestina.
Deni pun menambahkan, Aksi Bela Palestina sebagai sarana mengenalkan kepada anaknya sejak dini bahwa Palestina merupakan kiblat pertama umat Islam.
Lebih lanjut, Fauziah menuturkan, harus ditanamkan kepada anak-anak, bahwa di Palestina ada saudara sebayanya yang seaqidah yang terdzalimi hingga sekarang.
“Kita ceritakan bagaimana penderitaan anak-anak Palestina, mereka dibunuh, pendidikan terbatas, tak biasa berluasa bermain, karena kematian mengintai kapan pun,” tegas Fauziah sambil menggendong si bungsu Jinan.
Wanita berjilbab juga memberitahu bagaimana cara membantu para anak sebayanya khusus kaum Muslimin di Palestina.
“Jika tak ada materi, doa cukup untuk membantu mereka.” jelas Fauziah berpesan di sela-sela aksi yang diikuti jutaan massa dari berbagai kalangan dan kelompok serta ormas itu.* Zulkarnain