Hidayatullah.com– Tersiar kabar di media sosial bahwa Front Pembela Islam (FPI) Makassar menerjunkan anggotanya mengamankan perayaan Natal. Kabar tersebut ditepis oleh Panglima Laskar FPI Makassar, Abdurrahman.
Ia menjelaskan bahwa mereka tidak pernah menurunkan personel kecuali tahun 2012 karena berbagai alasan keamanan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, waktu itu.
“Kami (FPI) pernah mengerahkan anggota laskar sebanyak 200 karena ada beberapa titik yang rawan dengan adanya gerakan-gerakan seperti bom molotov oleh oknum yang tak bertanggung jawab, sekaligus tingkat kemaksiatan luar biasa pada tahun 2012,” tuturnya kepada hidayatullah.com saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (26/12/2017).
Baca: MUI Jatim dan FPI Aceh Desak Perusahaan Tak Paksa Baju Santa pada Muslim
Abdurrahman pun menegaskan, saat itu FPI Makassar bukan fokus pada penjagaan gereja. Tapi bekerja sama dengan berbagai pihak di antaranya TNI dan Polri untuk mengecek segala tempat yang dianggap rawan.
“Silakan dicek, pada tahun 2012, Kota Makassar sangat rawan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Abdurrahman.
Lanjutnya, setelah tahun 2012 pihak FPI Makassar tidak lagi turun atau terlibat dalam mengamankan situasi bertepatan perayaan Natal.
“Setelah tahun 2012, FPI Maksssar tidak turun lagi untuk mengamankan karena situasi sudah mulai kondusif,” ujarnya.
Diketahui, sebuah media online memberitakan bahwa selain aparat kepolisian, TNI dan aparat pemerintah, organisasi masyarakat (ormas) Islam juga ikut mengamankan Natal di Makassar. Salah satunya FPI yang menurut berita itu menerjunkan 200 personel untuk berpatroli dan ikut berjaga di halaman gereja bulan Desember 2012.
Meski sudah bertahun-tahun terlewat, berita itu ada yang mencoba mengungkit-ungkit lagi di media sosial baru-baru ini bertepatan momentum Natal 2017.* Zulkarnain