Hidayatullah.com– Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015, Abraham Samad, merasa sangat bersyukur bisa dipertemukan kembali dengan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, setelah dirawat di Singapura.
Abraham turut menyambut kedatangan Novel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis siang (22/02/2018).
Baca: Di Gedung KPK, Novel Gelorakan Semangat Memberantas Korupsi
Dalam sambutannya di depan wartawan dan para aktivis, Abraham berpesan kepada pimpinan dan pegawai KPK serta pegiat antikorupsi, bahwa apa yang menimpa Novel tidak boleh sedikitpun menciutkan nyali.
Tapi, kata dia, kasus penyerangan Novel harus membuat seluruh pegawai KPK semakin garang terhadap para koruptor.
Ia juga mengatakan, kasus Novel sangat berlarut-larut prosesnya, 10 bulan, bukan waktu yang singkat namun cukup lama yang digunakan aparat. Hingga hari ini penyerang Novel belum ditemukan.
Baca: Dahnil Sarankan Presiden-Polri Bentuk TGPF Penyerangan Novel
“Harapan kami dari seluruh masyarakat Indonesia, meminta kepada Pimpinan KPK untuk sesegera mungkin mengajukan kepada Presiden Republik Indonesia untuk membuat Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF),” ujarnya.
Abraham sangat meyakini, untuk menuntaskan kasus penyerangan Novel itu, tidak ada jalan selain pembentukan TGPF.* Zulkarnain
Baca: Novel Tiba di Gedung KPK, Disambut Doa dan Rangkaian Bunga