Hidayatullah.com– Kementerian Agama menginginkan agar Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) yang berada di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, dapat menjadi wisata religi bagi masyarakat luas. Hal itu disampaikan Humas UPQ, Arvino, di sela-sela kegiatan pelatihan indepth reporting bagi media Islam online yang diadakan oleh Direktorat Bimas Islam Kemenag di Hotel Lumire, Jakarta, Kamis malam (15/03/2018).
Arvino mengatakan, pihaknya ingin lebih banyak masyarakat yang tidak hanya mengerti bagaimana membaca al-Qur’an, tapi juga mengetahui proses al-Qur’an itu dicetak.
Baca: Hindari Kesalahan Cetak Al-Quran, Menag Tekankan 5 Budaya Kerja Bagi Pengelola UPQ
Sehingga, kata dia, dengan mendatangi satu-satunya Unit Percetakan Al-Qur’an yang dimiliki pemerintah tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tapi juga sekaligus menjadi ajang rekreasi yang bernilai religi.
“Anak-anak sekolah atau perguruan tinggi bisa datang untuk belajar dan melihat proses al-Qur’an dicetak,” ujarnya.
Arvino menambahkan, percetakan yang dulunya sempat menjadi polemik lantaran tidak terkelola dengan baik, kini terus berbenah pasca kembali diberdayakan sejak pertengahan tahun 2017 lalu.
Rencananya, terangnya, demi menunjang kegiatan kunjungan ke UPQ, pihaknya akan membuat ruang audio dan perpustakaan tentang al-Qur’an.
Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melakukan kunjungan ke UPQ sekaligus meluncurkan Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia serta al-Qur’an dan terjemahannya pada Selasa (24/10/2017) lalu.
Lukman mengatakan, pada tahun itu UPQ telah mencetak sebanyak 120.000 mushaf, terdiri dari 110.000 mushaf dan 10.000 al-Qur’an dan terjemahnya.
“Dan pada tahun 2018 kita akan tambah lagi sebanyak 400.000,” ungkapnya.*