Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

INDEF: Utang Pemerintah Tak Sebanding dengan Pertumbuhan Ekonomi

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Maret 2018 17:55 5:55 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 Maret 2018 17:55
Bagikan
Aksi protester menolak utang (ist)
Bagikan

Hidayatullah.com– Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengungkapkan, pada hakikatnya utang bukan suatu hal yang haram asalkan penggunaannya tepat.

Hanya saja masalahnya, kata dia, utang pemerintah yang diklaim masih aman karena hanya 29,2 persen dari produk domestik bruto (PDB) belum bisa meningkatkan produktivitas ekonomi.

Menurut Bhima, penilaian tersebut sangat mungkin adalah klaim yang keliru. Karena seharusnya utang sebagai leverage (daya ungkit) mestinya berkorelasi positif terhadap sektor produktif.

Ia menjelaskan, salah satu indikator menilai produktivitas ekonomi adalah kinerja ekspor dan industri manufaktur. Pasalnya, dalam 3 bulan berturut-turut neraca perdagangan tercatat terus mengalami defisit, dari Desember 2017 hingga Februari 2018 kinerja ekspor bulan Februari pun anjlok 3,14 persen dibanding bulan Januari.

Baca: Sri Lanka Negara Asia Pertama Masuk Perangkap Utang China

Sementara, lanjut Bhima, banjir impor tidak terbendung. Dan tren defisit perdagangan diprediksi akan terus berlanjut hingga Mei-Juni saat Ramadhan, dimana impor barang konsumsi secara seasonal (musiman) meningkat.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Melihat hal ini wajar apabila terjadi diskonektivitas alias enggak nyambung antara utang naik dan kinerja ekspor. Toh kalaupun ekspor naik itu karena harga secara global batubara dan CPO sedang membaik, bukan karena ekspor industri bernilai tambahnya meningkat,” paparnya kepada hidayatullah.com, Senin (26/03/2018).

Indikator lain, lanjutnya, adalah kinerja industri manufaktur yang loyo. Industri manufaktur dalam kurun waktu 5 tahun terakhir terus mengalami deindustrialisasi alias porsinya anjlok terhadap PDB.

Baca: Proyek Kereta Api Cepat Justru Sebabkan Hutang Negara Bertambah

Bhima menerangkan, tahun 2017 porsi sektor manufaktur hanya 20,16 persen dari PDB, turun dibanding tahun 2008 yakni 27,8 persen. Dan pertumbuhan sektor manufaktur juga berada di bawah pertumbuhan PDB.

“Sehingga deindustrialisasi dini ini akibat sektor manufaktur kurang diperhatikan,” imbuhnya.

Paket kebijakan yang jumlahnya 16, menurut Bhima, juga hanya memberi iming-iming ke investor dan pelaku industri, karena faktanya di lapangan banyak paket macet. Padahal 14 persen tenaga kerja terserap ada di sektor manufaktur.

“Jadi perlu dipertanyakan, utang yang naik itu sebenarnya kemana larinya?” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bhima Yudhistira AdhinegaraekonomieksporimporINDEFInstitute for Development of Economics and FinanceJokowiJokowi-JKPDBPembangunanPeneliti INDEFPresiden Joko Widodoproduk domestik brutoutang Indonesiautang pemerintah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Mualaf Ikut Hapus Tato, 1 Orang Bersyahadat di Tempat Acara
Tulisan selanjutnya Peneliti: Kalau Utang Aman, Pemerintah Tak Perlu Panik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

Berita
27 Agustus 2026 15:03
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?