Hidayatullah.com– Tim Search and Rescue (SAR) Hidayatullah bersama relawan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mengevakuasi 4 orang korban gempa di Dusun Koloh Tanjung, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB, kemarin.
Keempat korban tersebut ditemukan tim relawan dalam kondisi masih hidup dan terluka, Rabu (08/08/2018), setelah tiga harian sebelumnya dihantam gempa NTB berkekuatan 7 SR, Ahad (05/08/2018).
Saat ditemukan mereka dalam kondisi sakit. Tim SAR – BMH mengevakuasi dari posko Dusun Koloh Tanjung, yang terletak di balik bukit di kawasan pelosok.
“Paling atas, treknya susah. Mobil ndak berani masuk kecuali ambulans. Licin jalannya. (Setelah naik) bukit, terus turun lagi,” tutur Koordinator Tim SAR Hidayatullah Jawa Timur dalam aksi di NTB, Johan, kepada hidayatullah.com, Kamis (09/08/2018).
Baca: Pemulihan Pasca Gempa NTB, Solidaritas Relawan Sangat Penting
Berdasarkan daftar yang diterima dari Johan, para korban tersebut semuanya perempuan. Yaitu Keminep (58 tahun), Maini (40), Asni’ah (35), dan Saiyah (16).
Dari keempatnya, ada yang patah satu tangannya karena gempa. “Yang ibu-ibu itu mungkin faktor usia, tangan sampai kaki bagian kiri sakit semua,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, para korban tersebut menangis dan minta diberikan bantuan makanan di poskonya. “Yang bilang saudara korban… Korban nangis tok,” tuturnya.
Evakuasi tersebut dimulai pada pukul 15.30 WITA. Proses evakuasi ke ambulans dibantu warga setempat.
“(Keempat korban) diangkat warga dari tenda bawah ke jalan, karena dari tangan ke kaki bagian kiri (mereka) sakit semua,” tuturnya.
Baca: Kedinginan, Pengungsi Korban Gempa Butuh Karpet dan Selimut
Para korban lantas dibawa dengan ambulans BMH ke rumah sakit darurat TNI di sekitar Kantor Camat Pemenang, setelah menempuh perjalanan selama sekitar 3 jam.
“Sampai Emergency Hospital TNI pukul 18.15 WITA,” ujarnya.
Posko Dusun Koloh Tanjung tersebut dibangun warga setempat sebagai bentuk swadaya, lokasi penampungan sementara pengungsi korban gempa setempat.
Johan mengatakan, hingga kedatangan SAR Hidayatullah-BMH tersebut, belum ada bantuan logistik yang masuk ke Dusun Koloh Tanjung tersebut.
“(Posko) inisiatif warga sendiri, bantuan belum ada yang masuk,” ujarnya menekankan.
Baca: 381 Jiwa Meninggal, Pemerintah Belum Tetapkan Gempa NTB Bencana Nasional
Menurut Johan, informasi awal soal keberadaan empat korban gempa itu berasal dari tim kesehatan, yang menurut warga, berasal dari Kalimantan, yang memang sudah berada di dusun tersebut.
Tim ini beratribut “RIDECO”. “Dikasih tahu saudara korban, katanya (tim kesehatan itu) dari Kalimantan,” ujarnya.
“Karena tim kesehatan tersebut tidak ada ambulans dan tim SAR, jadi Ketua Dusun telepon ke pos utama BMH-SAR Hidayatullah. Tapi endak tahu dari mana (mereka tahu kami),” tuturnya, lalu tim relawan BMH-SAR Hidayatullah menjemput keempat korban tersebut.*
Baca: Kesaksian Kakek Selamat dari Reruntuhan Masjid Saat Gempa