Hidayatullah.com– Tudingan penggunaan konsultan asing yang dituduhkan kepada kubu paslon capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi jadi bumerang. Bukan tanpa sebab, beredar nama Stanley Bernard Greenberg yang mencantumkan Joko Widodo sebagai kliennya.
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengirim nama website lembaga konsultan politik Amerika Serikat, The Political Strategist. Salah satu kontributor yang dicantumkan dalam website itu adalah Stanley Bernard Greenberg.
Disebutkan dalam situs tersebut, Stanley B Greenberg PhD, adalah ahli strategi politik, peneliti dan penulis terbitan yang diakui secara kritis dan dikenal di seluruh dunia. Dia mengklaim telah membantu ratusan politisi, partai politik, perusahaan, dan organisasi mewujudkan tujuannya.
Stanley juga disebut-sebut sebagai pendiri di Greenberg Quinlan Rosner Research (GQR), sebuah perusahaan riset dan kampanye politik yang bermarkas di Washington D.C dan memiliki afiliasi dengan Partai Demokrat.
Di situs The Political Strategist merinci sejumlah daftar klien Stanley B Greenberg sebagai ahli survei dan ahli strategi politik. Beberapa di antaranya merupakan pemimpin negara dengan nama tenar, seperti Presiden AS Bill Clinton, Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, Wakil Presiden AS Al Gore, Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Senator sekaligus eks Menlu AS John Kerry, Kanselir Jerman Gerhard Shroder, termasuk Presiden RI Joko Widodo.
Terkait itu, Andre Rosiade hanya mempertanyakan kebenaran Stanley Greenberg sebagai konsultan politik Jokowi. Ini lantaran muncul nama Jokowi sebagai salah satu klien konsultan politik lulusan Harvard tersebut. Dan itu tercantum jelas dalam website The Political Strategist.
“Kami mendapatkan informasi. Apakah ini benar? Kami tunggu klarifikasi Pak Jokowi,” kata Andre, Selasa (05/02/2019) lansir Indonesia Inside.
BPN menggarisbawahi tidak ingin melakukan tuduhan. Supaya tidak berkembang, tidak jadi fitnah.
“Maka kami bertanya, apakah bener Pak Jokowi pernah jadi klien saudara ini sesuai yang ada di website,” pungkasnya.
Namun informasi itu dibantah oleh TKN Jokowi-Ma’ruf.
“Saya mengikuti dua periode Pak Jokowi nyalon, 2014 dan 2019 ini. Saya tidak pernah mendengar atau melihat ada konsultan asing yang menjadi konsultan Pak Jokowi,” ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding.
Berdasarkan penelusuran di laman The Political Strategist: https://www.political-strategist.com/contributors/stanley-b-greenberg/, nama Presiden Joko Widodo ternyata memang dicantumkan bersama dengan nama-nama pemimpin negara lainnya di atas.
Sementara itu, Calon Presiden 02 Prabowo Subianto membantah sindiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Paslon 02 telah mengerahkan konsultan asing dari Rusia dalam suksesi Pilpres 2019.
Bantahan itu disampaikan Prabowo dalam video singkat yang diunggah Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak lewat akun Twitternya.
Awalnya, Dahnil bertanya kepada Prabowo, “Assalamualaikum, teman-teman, ketemu lagi bareng Pak Prabowo. Pak, ada pertanyaan bahkan tuduhan, kita pakai konsultan Rusia, benar enggak itu,” kata Dahnil.
“Yah enggak. Tidak benar itu, bahwa saya punya teman-teman di mana-mana, ada orang Jepang, Korea, Rusia, Jerman. Saya kan, 20 tahun bisnis di luar negeri,” respons Prabowo.*