Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Cak Anam: NU Jadi Tumbal Kekuasaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Februari 2019 08:35 8:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Februari 2019 08:35
Bagikan
Drs Choirul Anam, pendiri sekaligus pembina ormas PPKN (Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah), dalam acara bedah buku “NU Jadi Tumbal Politik Kekuasaan, Siapa Bertanggungjawab?” Selasa (26/02/2019) di Graha Astranawa, Surabaya, Jawa Timur.
Bagikan

Hidayatullah.com– Dalam sejarah perjalanannya, Nahdlatul Ulama (NU) yang hampir satu abad ini belum pernah terjadi ujian seberat sekarang. Hal ini disampaikan Drs Choirul Anam, pendiri sekaligus pembina ormas PPKN (Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah), dalam acara bedah buku “NU Jadi Tumbal Politik Kekuasaan, Siapa Bertanggungjawab?” Selasa (26/02/2019) di Graha Astranawa, Surabaya, Jawa Timur.

“NU ini betul-betul jadi tumbal. NU itu pimpinan tertingginya Rois Amm, belum pernah ada pimpinan Rais Aam yang dicomot sama presiden,” ujarnya menjelaskan isi buku yang baru ditulisnya.

Cak Anam, sapaan akrabnya, mengatakan, sejak zaman Rais Akbar KH Hasyim Asy’ari memimpin NU sampai dengan yang terakhir Rais Aam KH MA Sahal Mahfudh, selalu istiqamah pada posisi tertinggi yang diamanatkan. Belum pernah ada cerita Rais Aam PBNU tergoda gemerlap dunia atau politik kekuasaan.

“Rais Aam itu jantungnya NU, kalau dicomot NU mati. Rais Aam itu mencalonkan dan dicalonkan tidak boleh dalam pandangan Anggaran Dasar, dalam tradisi juga tidak pernah ada,” ujar mantan Ketua PKB Jawa Timur yang kini keluar dari dunia politik untuk fokus meneliti arsip lama NU.

Cak Anam menjelaskan, dalam AD/ART NU sudah terang dan jelas larangan petinggi NU di semua level mencalonkan diri atau dicalonkan dalam pemilihan jabatan politik apapun.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Larangan tersebut ditulis dengan jelas dalam AD/ART Bab XVI Pasal 51 Ayat (4): “Rais Aam, Wakil Rais Aam, Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar…dst…tidak diperkenankan mencalonkan diri atau dicalonkan dalam pemilihan jabatan politik.”

“Sekarang ini NU saya katakan jadi tumbal kekuasaan, tumbal itu sama dengan jimat,” katanya.

Cak Anam juga menjelaskan bahwa NU diperlakukan sebagai jimat untuk kekuasaan. Karena menurutnya, pencomotan Rais Aam NU bukan untuk mendongkrak elektabilitas capres Joko Widodo. Jauh hari sudah diumumkan tingkat keterpilihan Jokowi tidak tertandingi. Dari modal partai pendukung, lembaga survei mengunggulkannya, dan hampir semua gubernur/walikota se-Indonesia sudah terang-terangan berdiri di belakang Jokowi.

Dari berbagai informasi yang Cak Anam kumpulkan, ada 3 hal pokok yang menurutnya diharapkan lewat memasang jimat NU, KH Ma’ruf Amin. Yaitu: Stigma Anti Islam dan Ulama; Kelompok Islam Radikal; Memanjakan Asing dan Neo-PKI.

Selain diisi oleh Cak Anam, bedah buku ini juga menampilkan Profesor Achmad Zahro guru besar UINSA dan Profesor Amminudin Kasdi dari UNESA sebagai pembedah.* Rofi Munawwar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Choirul AnamJokowi-Ma'rufKH ma'ruf AminNahdlatul UlamaNUPPKNRais 'Aam PBNU
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Vandal di Dublin Penggal dan Curi Kepala Mumi Prajurit Perang Salib Berusia 800 Tahun
Tulisan selanjutnya 60-an Penambang Emas Tertimbun Longsor di Bolaang Mongondow

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?