Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PBNU: Soekarno Sangat Mengagumi Nabi Muhammad, Pernyataan Sukmawati Keliru

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 18 November 2019 10:39 10:39 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 18 November 2019 10:39
Bagikan
Sukmawati Soekarnoputri saat membacakan puisi 'menyudutkan' syariat Islam di JCC, Senayan, Jakarta, Maret 2018.
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) angkat suara menyikapi pernyataan putri Proklamator Indonesia, Sukmawati Soekarnoputri pada sebuah diskusi bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme’ yang membanding-bandingkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan Presiden pertama Indonesia Ir Soekarno.

PBNU menegaskan bahwa Soekarno saja mengagungkan Nabi Muhammad. Sehingga, pernyataan Sukmawati itu dinilai sangat keliru.

“Pernyataan Sukmawati dalam forum tersebut sangat tidak tepat dan keliru besar. Pernyataan itu tidak kontekstual, dan tidak ada manfaatnya sama sekali. Justru hal itu hanya akan menimbulkan kesalahpahaman dan ketersinggungan di kalangan umat,” ujar Sekjen PBNU A Helmy Faishal Zaini dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com di Jakarta, Senin (18/11/2019).

“Terlebih Bung Karno adalah sosok yang sangat mengagumi kepemimpinan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,” lanjutnya.

Baca: Puisi Sukmawati Soekarnoputri ‘Sudutkan’ Syariat Islam, Cadar, dan Adzan Dinilai Menyinggung SARA

PBNU menjelaskan, kepemimpinan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam justru menjadi inspirasi besar lahirnya kemerdekaan Indonesia. Karena, Nabi mengajarkan Islam sebagai agama pembebasan, dari belenggu kelaparan dan kemiskinan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Nabi Muhammad adalah sosok sebaik-baiknya contoh, manusia pilihan, sehingga tidak tepat untuk disepadankan atau dibanding-bandingkan dengan manusia lainnya,” ujar Helmy.

Atas hal ini, ia menilai perlu dilakukan tabayun untuk mendapatkan secara utuh apa yang dimaksud Sukmawati dalam pernyataannya yang viral tersebut.

“Sebaiknya sebagai tokoh nasional, Sukmawati dapat berhati-hati untuk mengeluarkan pernyataan agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebagaimana potongan video yang beredar, Sukmawati dalam suatu forum mengatakan, “Saya mau tanya nih semua, yang berjuang di abad 20 itu Nabi yang mulia Muhammad apa Ir Soekarno untuk kemerdekaan?”

Dalam penggalan video tersebut, Sukmawati juga menyeluarkan ungkapan, “Mana lebih bagus Pancasila sama Al-Qur’an?”

Baca: Ketum PBNU: Puisi Sukmawati Betul-betul Menyinggung Perasaan Umat Islam

Sukmawati Soekarnoputri sebelumnya pernah melakukan tindakan kontroversial diduga penistaan agama setelah

membuat dan membacakan puisi kontroversial pada acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, awal-awal tahun lalu.

Pada kesempatan itu, Sukmawati diberi kesempatan maju ke panggung dan membacakan puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ karyanya. Lewat puisinya itu, Sukmawati dinilai menyinggung hal-hal yang berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) karena terkesan menyudutkan syariat Islam, cadar, dan adzan.

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu.

…

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Ilahi.”

Demikian di antara penggalan puisi yang dibacakannya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Qur’anNabi Muhammadpancasilapenghinaan agamaSoekarnoSukmawatiSukmawati Soekarnoputri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menembus Ibu Kota
Tulisan selanjutnya Satgas Penanganan Radikalisme ASN Segera Dibentuk, ini 11 Pelanggaran Diatur SKB

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?