Hidayatullah.com– Pagi tadi, Jumat (13/12/2019), banjir bandang kembali menerjang wilayah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, pada pukul 05.00 WIB.
Sebelumnya, air bah yang membawa endapan lumpur bercampur bebatuan dan puing lainnya melanda wilayah yang sama pada Rabu (20/11/2019) bulan kemarin.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo menjelaskan, empat kecamatan di Kabupaten Solok Selatan meliputi Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kecamatan Sungai Pagu, dan Kecamatan Pauh Duo terdampak banjir bandang yang disebabkan oleh tingginya intensitas hujan.
“Menurut data sementara, sekitar 1.000 unit rumah terdendam banjir dengan tinggi muka air (TMA) sekitar 30-120 sentimeter. Banjir bandang tersebut juga merobohkan 1 jembatan dan 6 unit rumah hanyut. Sedangkan korban jiwa masih dinyatakan nihil,” ujar Agus dalam keterangan pers BNPB di Jakarta, Jumat pagi.
Baca: Banjir Lumpur Sigi, 2 Meninggal, 707 Mengungsi, Bupati Ajak Warga Tabah
Disebutkan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Solok Selatan dibantu unsur TNI/Polri dan Tagana saat ini masih membantu para korban terdampak untuk mengungsi secara ke lokasi yang lebih tinggi.
“Sementara itu tim masih memproses pendataan para pengungsi untuk upaya tindak lanjut,” sebutnya.
Sebelumnya banjir juga melanda Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar. Menurut data yang berhasil dihimpun, sedikitnya enam kecamatan terendam banjir di Kabupaten Limapuluh Kota sejak Senin (09/12/2019).
Enam kecamatan itu adalah Payakumbuh, Suliki, Harau, Mungka, Pangakalan, dan Lereh Sago Habalan.
Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari, mulai tanggal 10 – 16 Desember 2019.*