Hidayatullah.com– Wakil Menteri Agama yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa’adi mengenang almarhum Prof Yunahar Ilyas sebagai sosok ulama yang teguh memegang prinsip kebenaran.
“Beliau teguh dalam memegang prinsip yang diyakini benar dan tegas menolak setiap yang dinilai salah dengan tetap mengedepankan semangat musyawarah, ukhuwah dan mendahulukan kepentingan umat/bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan,” ujar Buya Zainut kepada hidayatullah.com Jakarta, Sabtu (04/01/2020) dalam pernyataan tertulisnya.
Baca: UBN Ajak Warga Muhammadiyah Meneruskan Perjuangan Prof Yunahar
MUI turut berduka atas meninggalnya Prof Yunahar Ilyas, Wakil Ketua Umum MUI Pusat pada hari Kamis (02/01/2020) pukul 23.47 WIB di RS Sardjito Yogyakarta. MUI dan seluruh bangsa Indonesia kehilangan seorang ulama besar, putra terbaik bangsa.
“Beliau adalah seorang yang istiqamah di jalan dakwah dan pendidikan. Hidupnya selalu disibukkan dengan aktifitas dakwah, mengajar dan menyampaikan pesan-pesan agama dengan penuh kedamaian dan kesejukan. Beliau telah mewakafkah sepenuh hidupnya untuk perjuangan kemaslahatan umat dan bangsa,” ungkap Zainut.
Baca: Wapres KH Ma’ruf Amin Mengenang Prof Yunahar Pemersatu Umat
Buya Yunahar merupakan ulama yang aktif di organisasi. Selain di MUI, Yunahar juga menjadi pemimpin di PP Muhammadiyah dan masih banyak jabatan di organisasi lainnya.
“Sebagai Wakil Ketua Umum MUI Pusat, seringkali beliau bergantian dengan saya melaksanakan tugas Ketua Umum (KH Ma’ruf Amin) karena posisinya yang non-aktif. Beliau memiliki kepiawaian dalam memimpin sidang, sehingga permasalahan yang sulit dengan gampang beliau putuskan.
Beliau adalah teman diskusi yang sangat menyenangkan, pemikirannya luas, konstruktif, solutif, dan konsisten,” tuturnya.
Zainut juga mengenang Buya Yunahar sebagai seorang mujahid (pejuang) yang tidak pernah mengenal lelah.
“Meski dalam kondisi sakit beliau masih aktif mengikuti kegiatan di MUI, apakah itu rapat rutin setiap hari Selasa maupun kegiatan MUI lainnya. Meskipun harus pulang pergi dari Yogyakarta. Ini menjadi saksi atas kebesaran dan ketulusan hati dalam mengemban amanah dan tanggung jawab sebagai ulama dan pemimpin umat,” ungkapnya.
Baca: Fahmi Salim Ungkap Peran Prof Yunahar Menyelesaikan Masalah Umat
“Buya Yun begitu saya memanggil beliau, telah menyempurnakan semua pengabdiannya untuk umat dan bangsa Indonesia dengan amal saleh dan keteladanan yang baik. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala meridhai semua amal ibadahnya dan menjadikan akhir perjalanan hidupnya menjadi husnul khatimah dan memberikan pahala surga bersama para kekasih-Nya. Selamat jalan, Buya Yunahar Ilyas. Allahumma firlahu warhamhu wa`afihi wa`fu`anhu. Aamiin. Al Fatihah,” pungkas Zainut seraya memanjatkan doanya kepada Allah.*