Hidayatullah.com– Anggota Komisi IX Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI, Kurniasih Mufidayati mengapresiasi langkah pemerintah mengevakuasi WNI dari episentrum wabah virus korona di Wuhan dan sekitarnya di China.
Kendati begitu, pemerintah dinilai lemah dalam berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Natuna yang mengkhawatirkan warganya terdampak virus korona.
Meski menilai pemerintah lambat memutuskan dibanding negara lain dalam mengevakuasi warganya dari Wuhan, menurut Mufida, pemerintah tetap perlu diapresiasi.
Yang disayangkan adalah penempatan para WNI yang dievakuasi tersebut di Natuna untuk menjalani observasi selama 14 hari, tidak dilakukan dengan koordinasi yang memadai dengan pemerintah daerah setempat.
WNI yang baru dievakuasi dari Wuhan sudah dinyatakan lolos screening sebelum terbang kembali ke Indonesia, namun tetap harus diisolasi selama periode inkubasi untuk memastikan mereka bebas dari virus korona.
“Jika dilakukan koordinasi sejak awal dengan baik, pelibatan kepala daerah dan para tokoh masyarakat setempat serta sosialisasi kepada warga Natuna, maka keresahan masyarakat setempat tak perlu terjadi,” kata Kurniasih dalam siaran persnya di Jakarta kepada hidayatullah.com, Rabu (04/02/2020).
Baca: Dua Ratusan WNI dari Wuhan Dievakuasi, 7 Batal Dipulangkan
Mufida mengaku dapat memahami kecemasan warga Natuna mengingat dampak virus korona yang mendunia. Jika warga melalui Pemda setempat, diberi pemahaman yang memadai sebelumnya, tentu tak perlu terjadi gejolak.
Oleh karena itu, Mufida mengingatkan agar pemerintah dapat memberi jaminan kesehatan bagi masyarakat di Natuna, dalam arti mereka tidak tertular virus korona yang dikhawatirkan terbawa oleh WNI yang dievakuasi dari Wuhan.
“Pemerintah perlu secara memadai melakukan upaya-upaya perlindungan kepada warga Natuna terutama yang terdekat dari lokasi karantina WNI dari Wuhan,” tegas anggota DPR asal Dapil DKI Jakarta 2 yang meliputi Jaksel, Jakpus dan Luar Negeri ini.
Baca: Indonesia Larang Kedatangan Warga China, Setop Sementara Bebas Visa
Mufida meminta ada langkah kongkret yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dalam memberikan perlindungan dan memastikan warga masyarakat di Natuna sehat semuanya.
“Warga Natuna juga perlu terus dipantau kondisi kesehatannya dan diberikan sosialisasi dan pemahaman yang baik tentang upaya untuk mencegah diri tertular virus korona,” pungkasnya. Hal ini itu sebelumnya ia sampaikan dalam Rapat Dengar pendapat (RDP) dengan Menteri Kesehatan terkait wabah virus korona yang telah ditetapkan WHO sebagai wabah global, Senin (03/02/2020).
Sebelumnya, sejumlah warga Natuna melakukan unjuk rasa menolak kedatangan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China dan menjalani observasi di Lanud Raden Sadjad, Natuna.*