Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Wacana Parpol Islam Tunggal, PAN: Silaturahim Kekuatan Besar Bangun Politik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Februari 2020 21:30 9:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Februari 2020 21:30
Bagikan
Ketua DPP PAN Ali Taher Parasong (kanan) pada Kongres Umat Islam Indonesia ke-7 di Pangkal Pinang, Babel, Kamis (27/02/2020).
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua DPP PAN, Ali Taher Parasong mengungkapkan bahwa silaturahim merupakan kekuatan besar dalam membangun politik. Hal itu disampaikannya terkait wacana pembentukan partai politik Islam tunggal yang mengemuka pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII.

“Saya melihat kekuatan yang besar dalam membangun politik adalah silaturrahim,” ujar Ali Taher setelah acara silaturahim dan tukar pikiran dengan partai-partai politik dalam rangkaian acara KUII ke-7 di Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis malam. Kongres berlangsung hingga Sabtu (29/02/2020).

Ali Taher mengatakan, silaturahim merupakan salah satu dari lima unsur untuk memperebutkan kekuasaan. Kelima unsur tersebut yaitu idealisme, jaringan, kepercayaan, membangun silaturrahim yang berkelanjutan, dan modal kerja.

Baca: PPP Tekankan Kesamaan Sikapi Wacana Parpol Islam Tunggal

Terkait wacana parpol Islam tunggal, Ali Taher menyampaikan pandangan sisi lain. Ali memandang wacana itu sulit diwujudkan jadi kenyataan. Sebab Indonesia adalah negara yang besar dan majemuk, sehingga menurutnya sulit untuk mempersatukan umat.

Selain itu, menurutnya, faktor antropologi juga mempengaruhi sehingga masyarakat sulit bersatu karena jumlah aliran di Indonesia juga terlalu banyak. “Oleh karena itu berkaca pada pemilu 1955 kita paling banyak tujuh partai politik, itu baru cukup,” ujar Ali.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurutnya juga, salah satu kelemahan umat Islam dalam memperjuangkan kemenangan politik adalah tidak memiliki mapping (pemetaan) yang cukup. Politik perlu pemetaan kekuatan demografi, jumlah penduduk dan sebarannya, serta basis umat Islam di Indonesia.

“Mapping itu hampir rata-rata partai politik yang berbasis Islam itu tidak punya, sehingga ketika memperebutkan apa yang disebut dengan basis massa itu kita (hanya) berasumsi, jadi tidak fokus,” sebut Ali.

Baca: Din Dorong Kongres Umat Islam Lahirkan Parpol Islam Tunggal

Menurutnya pula, partai berbasis Islam juga tidak mempunyai calon, sosok, dan figur yang tangguh di dunia politik. Menurutnya belum ada figur yang memiliki visi yang kuat dan kemampuan akademisi yang baik di partai-partai Islam. Kalau figur-figur yang memiliki kemampuan agama rata-rata cukup.

Selain itu, menurutnya, kekuatan jaringan partai Islam juga masih kurang. Bahkan yang lebih parah masih menurutnya rata-rata partai politik tidak begitu dipercaya oleh publik.

Perwakilan partai-partai politik yang menghadiri KUII ke-VII di antaranya Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sekarwati, Presiden PKS Sohibul Iman, Sekretaris Jenderal PPP Asrul Sani, Ketua DPP PAN Ali Taher, dan Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid.

Baca: MUI “Sambut” Usulan Din Bentuk Partai Politik Islam Tunggal

Sebelumnya, Ketua Wantim MUI Prof Din Syamsuddin mengangkat agenda politik sebagai salah satu dari sejumlah agenda prioritas yang disampaikannya pada KUII VII di Kota Pangkal Pinang, Babel, Kamis (27/02/2020).

Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015 ini mendorong agar umat Islam pada kongres umat Islam itu mencetuskan satu partai politik Islam, sebagai kendaraan politik umat yang mayoritas di Indonesia ini.

“Agenda politik umat Islam perlu mengambil beberapa opsi pendekatan: Pertama, mendorong adanya partai politik Islam tunggal yang secara formal berfungsi sebagai kendaraan politik tokoh-tokoh umat Islam dan sarana artikulasi aspirasi politik umat Islam,” ujar Din dalam pidatonya pada Sidang Pleno III KUII ke-7 yang berdasarkan pantauan hidayatullah.com berlangsung hampir satu jam lamanya itu.

Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 diselenggarakan pada 26-29 Februari 2020 di Bangka Belitung. Acara yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini dihadiri tidak kurang 800 peserta. Terdiri dari pengurus MUI Pusat hingga daerah, ormas-ormas Islam, perguruan tinggi, pondok pesantren, dan pemangku kebijakan lainnya.* Azim Arrasyid

Laporan ini terlaksana atas kerjasama Dompet Dakwah Media

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ali Taher ParasongKUIIKUII VIIPANparpol Islampartai politikpolitik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Waketum MUI Sepakat Wacana Parpol Islam Tunggal
Tulisan selanjutnya Menag Mengecam Keras Kekerasan Terhadap Umat Islam India

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?