Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Hidayat Nur Wahid: Penghapusan Palestina dari Peta Google & Apple Menguatkan Penjajahan ‘Israel’

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 21 Juli 2020 15:09 3:09 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 21 Juli 2020 15:09
Bagikan
tatap muka madrasah
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid
Bagikan

Hidayatullah.com—Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) pada Selasa (21/7/2020) mengkritik Google dan Apple karena menghapus Palestina dari peta daring mereka. HNW mengatakan bahwa ‘ulah’ kedua raksasa teknologi itu telah melanggar konvensi internasional.

HNW menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh dua raksasa yang menjadi rujukan informasi dunia ini merupakan langkah terselubung ‘Israel’. Karena beriringan dengan agenda ‘Israel’, yang didukung AS, untuk mencaplok wilayah Tepi Barat Palestina. Pencaplokan formal tersebut ditunda karena mendapat kecaman keras dari duni internasional.

“Sangat wajar bila Otoritas Palestina menolak kejahatan Google dan Apple yg menghapus Palestina dan menggantikannya dg Israel. Dan wajar bila mereka mengadukannya ke Mahkamah Internasional maupun PBB. Karena Palestina diakui eksistensinya dalam Sidang Umum PBB, dengan nama dan simbol negaranya. 135 Negara anggota Sidang Umum PBB memutuskan status Palestina sebagai anggota pengamat di Sidang Umum PBB. Demikian juga OKI , UNESCO, Mahkamah Internasional dan lembaga-lembaga Internasional lainnya,” ujar HNW.

Karenanya, ungkap HNW, sudah seharusnya Pemerintah Indonesia yang tidak mengakui penjajahan Israel, dan mendukung kemerdekaan Palestina, segera membantu Palestina. Dengan menyuarakan koreksi atas kekeliruan Google dan Apple yang telah menghapus Palestina dan menggantikannya dengan Israel, dengan mengembalikan peta daring yg benar, yaitu peta yang tetap menyebutkan nama negara Palestina.

“Indonesia bisa memprakarsai langkah-langkah yg lebih efektif untuk mengembalikan nama Palestina sebagai negara berdaulat dan meyakinkan Google dan Apple untuk menyebutkan kembali nama Palestina, dan agar keselahan yang sama tak diulangi pada masa berikutnya,” ia menambahkan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut HNW, jika apa yang dilakukan oleh Google dan Apple ini tak segera dikoreksi, hal itu akan melanggengkan penjajahan Israel dan menjauhkan hadirnya negara Palestina yg merdeka. Itu artinya juga melanggengkan ketidak-damaian dan terorisme di sana. Suatu hal yang ujarnya, bertentangan dengan berbagai resolusi PBB dan konvensi internasional.

Google dan Apple mendapat kecaman masyarakat luas karena pencarian untuk Palestina di Apple Maps dan Google Maps menunjukkan garis besar untuk wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat, tetapi tidak ada label untuk Palestina.

Sebuah petisi menuntut Google untuk menaruh kembali Palestina di peta mereka di laman Change.org telah ditandatangani lebih dari sejuta orang.

‘Israel’ merampok dan menjajah Tepi Barat, Jalur Gaza dan Dataran Tinggi Golan selama perang 1967. ‘Israel’ menegaskan bahwa mereka tidak lagi menduduki Gaza setelah membongkar permukiman pada tahun 2005. Namun, karena mempertahankan kontrol yang signifikan atas wilayah udara dan perbatasan wilayah pesisir, Gaza masih diklasifikasikan sebagai tanah dalam pendudukan oleh PBB.

Kelompok pemantau mengatakan ada lebih dari 130 permukiman ilegal ‘Israel’ di Tepi Barat, meskipun telah jelas dilarang oleh hukum internasional.

Meski rencana pencaplokan formal Israel pada Juli, yang didukung AS, belum berlangsung, sejatinya pencaplokan de facto ‘Israel’ atas Palestina terus berlangsung. Sistem apartheid ‘Israel’ telah menyebabkan ribuan orang Palestina terusir dari tanahnya, dan sebagian yang bertahan terus melawan.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Google MapsHidayat Nur Wahidpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dunia Islam di Bawah Pengaruh China
Tulisan selanjutnya Studi: Hampir Seperempat Penduduk Delhi Mengidap Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?