Hidayatullah.com– Hingga Rabu (22/07/2020), kondisi darurat masih dirasakan oleh para korban banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, termasuk di Masamba, ibu kota Luwu Utara.
Berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan, masih begitu banyak kebutuhan bagi mereka. Mulai dari perlengkapan shalat untuk mushalla darurat, bahan makanan seperti beras, pipa dan selang, tando untuk penyimpanan air bersih di tempat pengungsian.
“Pipa dan selang, obat salep dan bedak gatal-gatal, 2 set mesin Alkon, tali dan helmet, terpal, tikar, selimut, dan sapu air,” ujar Korlap Posko Team Aksi Siaga Kemanusiaan (TASK/BMH-SAR) Hidayatullah, Armin, dalam keterangannya kepada hidayatullah.com, Rabu (22/07/2020).
Kebutuhan itu setidaknya untuk para pengungsi dan relawan dalam lingkup penanganan oleh TASK tersebut.
Di Masamba, TASK Hidayatullah lewat dapur umum yang didirikan rutin menyediakan konsumsi untuk para pengungsi dan relawan. Mereka memasakkan makanan dan disediakan dalam bentuk nasi bungkus dan prasmanan.
Baca: Banjir Bandang Masamba, TASK Hidayatullah Bersihkan Masjid yang Terendam Lumpur
Selain itu, kemarin, Selasa (21/07/2020), TASK Hidayatullah melakukan sejumlah aksi pembersihan dan evakuasi barang-barang warga.
Antara lain membersihkan rumah salah seorang warga yang terendam lumpur di Jl Andi Jemma, Patambua, Meli.
“Kebersihan rumah warga tersebut sudah mencapai 100 persen,” jelasnya.
Tim juga mengevakuasi barang pada salah satu toko bangunan yang merupakan jamaah Pesantren hidayatullah yang ada di sekitar Masjid Syuhada.
Tim juga melakukan pendistribusian logistik ke daerah pengungsian di Meli, Tugu Cokelat, dan Sa’pe. “Mengurangi sedikit beban pengungsi dalam pemenuhan kebutuhan,” ujarnya.
TASK Hidayatullah juga mengantarkan logistik ke daerah pengungsian korban banjir bandang di kebun sawit Desa Meli.
“Bantuan (berupa) beras 20 karung isi 5 kg, makanan ringan, mi instan, selimut, sarung, perlengkapan bayi, tikar, dan terpal. Namun dengan jumlah pengungsi yang sangat padat, sehingga masih dibutuhkan jenis barang serupa untuk disuplai kembali, dan sarana-sarana darurat seperti mushalla dan MCK butuh ditambahkan secepat mungkin,” sebut Armin.*