Hidayatullah.com– Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah mengadakan Simposium Nasional “Memutus Mata Rantai Radikalisme dan Terorisme”.
Sebanyak 40 pakar terorisme dan radikalisme dari dalam maupun luar negeri berkumpul sebagai pembicara.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Yunahar Ilyas, mengingatkan, seminar atau diskusi masalah terorisme sangatlah penting. Hanya saja, sejauh ini, pembahasan masalah terorisme hanya berkutat masalah teror bom. Sebab “teror moral” dan “teror ekonomi” tak pernah banyak dibahas pakar.
“Biasanya, seminar, diskusi masalah terorisme pendekatannya masih keamanan. Padahal, teror yang tak kalah bahayanya adalah ‘teror moral’ dan ‘teror ekonomi,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Selasa (27/7) pagi.
Menurut pria yang lahir di Bukittinggi, 22 September 1956 ini, korban ‘teror moral’ dan ‘teror ekonomi’ jauh lebih banyak dan tak kalah dahsyatnya.
“Jutaan orangtua resah akibat maraknya pornografi yang bisa mudah diakses di internet. Dan jutaan orang termiskinkan karena ulah koruptor. Apakah itu tak dianggap bahaya?“ ujarnya.
Lebih jauh Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat 2005-2010 ini mengingatkan banyak pihak agar lebih adil melihat persoalan. Baginya, “teroris moral” dan “teroris ekonomi” harus dijadikan musuh masyarakat dan negara.
“Teror bom sangat penting dibahas, tetapi teror moral dan teror ekonomi yang dampaknya sangat besar juga harus dijadikan pembahasan serius, “ ujarnya menutup pembicaraan. [cha/hidayatullah.com]
Ilustrasi: dailymail.co.uk