Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Din Syamsudin: UUD dan Pancasila Manifestasi Wasathiyyah Islam

Bambang S
Terakhir diupdate: 13 Maret 2021 14:30 2:30 pm
Bambang S
Dipublikasikan 13 Maret 2021 14:30
Bagikan
Wasathiyyah Islam Din
Ketua Wantim MUI Prof Din Syamsuddin dalam video konferensi di Jakarta, Kamis, (02/04/2020).
Bagikan

Hidayatullah.com— Ketua Umum PP Muhammadiyah tahun 2005 – 2015, Prof. Dr. Din Syamsudin, MA. menyampaikan pandangan mengenai Wasathiyyah Islam yang memiliki arti bahwa Islam merupakan agama yang mengambil nilai-nilai jalan tengah. Ia menambahkan dari pernyataan tersebut bahwa adanya kekeliruan untuk menyebutkan dengan istilah lain mengenai Wasathiyyah Islam.

“Kita tetap bertoleransi, baik ekstra agama, maksudnya antar agama, intra agama, kita cenderung bermusyawarah, dalam melakukan perbaikan dalam kehidupan bersama ini.” jelas Din Syamsudin saat menjadi narasumber dalam acara Mimbar Demokrasi Kebangsaan Fraksi PKS DPR RI hari Jumat (12/3/2021).

Baca: Membahas Ulang Konsep Moderat (Wasathiyah)

Ia juga memberikan suatu pernyataan bahwa jika Pancasila sebagai dasar negara dibedah dan diperjelas poin – poin di dalamnya, memiliki paradigma Wasathiyyah di dalam sila – sila nya. “Ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab itulah semacam ontologi, kemudian ada kerangka epistemologi persatuan dan permusyawaratan, dan kemudian rakitan paradigma etis itulah keadilan social,” tegas Din Syamsudin.

Din mengemukakan, dasar negara Indonesia baik itu UU ataupun Pancasila dapat disimpulkan sebagai manifestasi Wasathiyyah Islam. jalan tengah Islam sudah senyawa dalam wawasan kebangsaan dan kenegaraan kita, dan termasuk UUD 1945, jelasnya.

Baca: Salam Lintas Agama, Wasathiyah dan Intoleransi

Dalam penyampaiannya Din menegaskan perjuangan umat islam melalui partai – partai Islam, ataupun organisasi Islam harus selalu mengawal Negara Republik Indonesia sesuai dengan Pancasila yang beririsan dengan Islam. “Pancasila, yang meletakkan Ketuhanan yang Maha Esa sebagai mahkotanya yang diperjelas oleh pasal 29 berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa, tidak boleh Pancasila dipisahkan dari agama,” jelas Din Syamsudin dalam penutup pemaparannya sebagai narasumber.*Mimbar Demokrasi Kebangsaan PKS

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini memberikan sambutan pada Mimbar Demokrasi dan Kebangsaan Fraksi PKS DPR #2 dengan tema ‘Moderasi Islam dan Kebangsaan Indonesia’ yang digelar secara virtual hari ini, Jumat 12 Maret 2021.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kebangsaanMimbar Demokrasi Kebangsaan Fraksi PKS DPR RIModerasi Islam dan Kebangsaan IndonesiapancasilaUUD 1945Wasathiyyah Islam Din Syamsuddin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pak Moel, Merenung Itu Perlu
Tulisan selanjutnya MPR: Dalam Pancasila Terkandung Nilai-Nilai Ajaran Islam Sangat Kuat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?