Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pancasila Ajarkan Kita Taat dalam Beragama

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 2 Juni 2021 23:53 11:53 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 2 Juni 2021 23:53
Bagikan
Wasekjen MUI Ustadz Zaitun Rasmin di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (05/02/2020).
Bagikan

Hidayatullah.com–Juni dikenal bangsa Indonesia sebagai bulan Pancasila. Karena di bulan tersebut pada 76 tahun silam, Pancasila sebagai calon dasar negara, dirumuskan oleh para founding fathers kita.

Patut disayangkan, saat ini banyak orang yang tidak memahami, apalagi melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan mereka. Banyak di antara mereka yang mengaku dirinya “paling pancasila” atau pancasilais, namun pikiran, ucapan, dan perilakunya bertolak belakang dari nilai-nilai yang diajarkan Pancasila.

Demikian pernyataan Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA., kepada hidayatullah.com, Rabu malam (2/6). Menurut Zaitun Rasmin, kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.

“Bahkan urut-urutan sila tersebut telah dirumuskan secara cerdas oleh para founding fathers kita. Kelima sila tidak disusun secara acak. Tetapi susunannya dibuat berurutan, yang diawali dengan sila paling fundamental, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa,” kata Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah tersebut.

Zaitun Rasmin menambahkan, bahwa intisari dari setiap sila Pancasila yang dijadikan sebagai dasar negara kita adalah (1) ketuhanan, (2) kemanusiaan, (3) kesatuan, (4) kebijaksanaan, serta (5) keadilan sosial. “Dengan demikian, seseorang yang memahami dan melaksanakan nilai ketuhanan, diyakini dapat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Ketika nilai kemanusiaan dijunjung tinggi oleh orang tersebut, maka dia akan mudah menerapkan prinsip kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Demikian pula seterusnya,” jelas Zaitun Rasmin.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Alumni Timur Tengah yang pernah 5 tahun mengajar di Islamic University of Tokyo ini sangat memahami betul pemikiran seorang gurunya, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmi Zakkasyi yang akrab dipanggil Gus Hamid, tentang nilai ketuhanan dalam Pancasila. “Guru saya, Gus Hamid, pernah menegaskan bahwa seorang WNI dikatakan sebagai pancasilais jika dia religius, atau taat dalam menjalankan agamanya. Jika orang tersebut tidak religius, dipastikan dia tidak pancasilais karena tidak melaksanakan sila pertama. Dan orang seperti ini pasti akan mudah meninggalkan sila-sila lainnya yang diamanatkan oleh Pancasila,” kata Zaitun Rasmin menirukan pendapat Gus Hamid.

Zaitun Rasmin sangat menyayangkan adanya segelintir kecil orang mengaku “paling pancasila” tapi mengkampanyekan berbagai kemaksiatan yang dilarang sila pertama Pancasila. “Segelintir kecil orang ini berusaha menggolkan RUU penghapusan kekerasan seksual, yang ternyata draft ini diyakini sebagai upaya legalisasi berbagai penyimpangan seksual seperti LGBT. Padahal sejak ribuan tahun silam, LGBT diharamkan semua agama di dunia ini. Jika dilarang agama, jelaskah bahwa LGBT bertentangan dengan Pancasila,” kata Zaitun Rasmin.

Dengan demikian, lanjut Zaitun Rasmin, Pancasila mengajarkan kita untuk mentaati ajaran agama. “Jika kita mentaati agama dengan baik, menjalankan perintah agama, serta menjauhi larangan agama, maka kita berhak disebut sebagai WNI yang pancasilais,” ungkap lulusan S3 Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor ini.*/Emnorha

 

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamahijabpancasila
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar Korea Selatan: Pemerintah Perlu Belajar Otonomi pada Muhammadiyah
Tulisan selanjutnya Tanam Kebaikan, Berbuah Kebaikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan

Berita
25 Juni 2026 15:06
Prancis dan Jerman Sepakat Kelola Bersama Perusahaan Senjata KNDS
Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia
ISIS Klaim Serangan di Aleppo yang Tewaskan 2 Tentara Suriah
Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?