Hidayatullah.com—Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas mengungkap dukungannya terhadap rencana MUI DKI membentuk tim siber. Ia mengatakan hal itu tak masalah selama tujuannya adalah demi maslahat.
Buya Anwar mengatakan jika dilihat dari perspektif ajaran agama Islam, hukum dasar membuat tim siber adalah halal atau boleh. Hanya persoalannya untuk apa tim siber tersebut dibuat dan dipergunakan.
“Kalau siber tersebut dibuat dan dipergunakan untuk menegakkan kebaikan dan kemashlahatan bagi umat dan bagi bangsa maka hal demikian tentu jelas merupakan sesuatu yang baik dan terpuji,” ungkap Anwar, dilansir oleh MUI.or.id.
Buya Anwar mengungkap jika tim siber tersebut dipergunakan untuk sesuatu yang buruk dan bisa menciptakan suatu kemafsadatan maka tentu merupakan suatu hal yang terlarang dan tercela. Oleh karena itu, ujarnya, jika MUI DKI akan membuat sebuah tim siber tentu tidak ada masalah asal hal demikian dipergunakan untuk kebaikan dan kemashlahatan baik bagi masyarakat, umat dan bangsa serta negara.
“Bahkan menurut saya jika bisa seperti demikian keadaannya maka kita sebagai bagian dari umat dan bangsa tentu sangat patut untuk mendukungnya.”
Buya Anwar juga menyatakan percaya bahwa MUI DKI melalui tim sibernya akan bisa menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. “Bila MUI DKI bisa melaksanakan tugas ini dengan baik maka kehadiran siber ini selain harus kita sambut gembira tapi kita juga sangat baik dan sangat patut untuk mendukungnya,” paparnya.
Sebelumnya, banyak pihak yang meributkan pernyataan Ketua Umum MUI DKI Munahar Muchtar yang mengungkap harapannya agar jajarannya di bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) dapat membela dan membantu Gubernur DKI Anies Baswedan. Jika buzzer mencari kesalahan Anies, menurut dia, MUI DKI justru harus menyampaikan berita soal keberhasilan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.
Sementara, Ketua Bidang Infokom MUI DKI Jakarta Faiz Rafdi menyatakan pembentukan cyber army itu tidak dikhususkan untuk membela Anies. Ia mengatakan pembentukan tim siber ini untuk menangkal hoaks.
“Ketum juga menyebutkan bahwa tugas utama adalah bagaimana mengonter berita-berita hoaks, bagaimana umat dan ulama di tingkat kota bisa melek digital. Jadi lebih kepada pembinaan literasi digital,” kata Faiz kepada CNNIndonesia.com, Selasa (23/11/2021).
Terkait pernyataan Ketua Umum MUI DKI Jakarta Munahar Muchtar yang menyinggung soal pasukan siber untuk membela Anies, Faiz mengatakan itu hanya sebagai contoh.
“Bahkan tidak spesifik menyebutkan harus membela Pak Anies. Tidak spesifik menyebut apalagi kaitannya dengan presiden. Jauh sekali itu. Beliau (Ketum MUI DKI) bilang tidak harus Pak Anies, siapapun MUI DKI siap kerja sama dengan siapapun. Beliau berikan contoh andaikan Pak Anies,” katanya.*