Hidayatullah.com — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyebut Mesir sebagai sekutu terdekat dengan NU. Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ashraf Sulthan di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada Selasa (11/1/2022).
“Mesir adalah sekutu alami terdekat bagi NU,” ujar Yahya Cholil, dilansir laman NU Online.
Ia mengatakan bahwa saat ini dunia sedang dihadapkan dengan beragam isu. “Dunia ini sedang mengalami masalah peradaban besar dan Islam dituntut untuk bisa menyediakan jawaban-jawaban bagi masalah itu,” ujar Yahya.
Yahya menilai penguatan kerja sama antara Mesir-Indonesia dan Al-Azhar-Nahdlatul Ulama menjadi suatu hal penting.
“Maka, sangat wajar dan alami Mesir dan Indonesia, Al-Azhar dan Nahdlatul Ulama terus menerus mempererat kerja sama satu sama lain,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut, Ashraf mengatakan pihaknya menaruh konsentrasi lebih kepada beberapa isu penting di level internasional salah satunya terkait dengan praktik bertoleransi dan memerangi terorisme. Ashraf berharap, pertemuan tersebut dapat melahirkan pertemuan lainnya guna pembahasan agenda ke depan yang lebih matang.
“Kami memiliki target yang sama. Kami memiliki tujuan yang sama. Kami terbuka lebar bagi Indonesia. Sungguh pertemuan yang sangat bermanfaat. Kami bisa berkolaborasi dalam agenda bilateral dan pertukaran ide internasional sangat penting karena kita memiliki nilai yang sama,” tutur Ashraf.
Ashraf juga mengaku mengagumi konsep Pancasila. Menurutnya, Pancasila merupakan sebuah konsep yang sarat akan nilai keislaman.
“Yang saya suka di sini adalah konsep Pancasila. Pancasila adalah sebuah konsep yang benar-benar menerjemahkan ide dan nilai Islam yang memiliki tujuan bagaimana bersikap toleransi untuk dapat hidup beriringan dengan orang lain. Inilah hal terpenting,” tutur Ashraf.
Ashraf mengungkapkan harapan bahwa kunjungannya tersebut dapat melahirkan pertemuan lain di kemudian hari guna pembahasan kerja sama ke depan yang lebih matang.
“Kami memiliki target yang sama. Kami memiliki tujuan yang sama. Kami terbuka lebar bagi Indonesia. Sungguh pertemuan yang sangat bermanfaat. Kami bisa berkolaborasi dalam agenda bilateral dan pertukaran ide internasional sangat penting karena kita memiliki nilai yang sama,” paparnya.*