Hidayatullah.com – Politisi PDIP, Masinton Pasaribu mengatakan, logika berfikir para anak muda pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ngawur.
Hal itu ia ungkapkan menjawab pernyataan salah satu pendukung Ahok, Tsamara Amany dari Komunitas KOMPAK yang menyatakan Partai Golkar, Hanura dan Nasdem adalah partai yang baik karena mendukung Ahok.
“Itu logika yang ngawur, tidak bisa disimplifikasi siapa yang dukung Ahok lantas disebut pro rakyat,” ujarnya dalan diskusi bertema ‘KTP Untuk Teman Parpol’ di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (30/07/2016).
Masinton menambahkan, dirinya mengaku heran dengan anak muda pendukung Ahok yang menurutnya hanya menjadi pengikut saja dan tidak memiliki prinsip dalam pergerakannya.
“Hakikatnya anak muda itu yang pertama diajarkan keyakinan dalam pergerakan dan perjuangannya. Keyakinan memegang teguh prinsip, keyakinan melaksanakan hal-hal yang mendasar dan prinsipil dalam perjuangannya,” katanya.
“Itu yang saya pahami,” sambung Anggota Komisi III DPR ini.
Ia menyoroti, bagaimana anak muda pendukung Ahok yang awalnya menginginkan calonnya maju ke Pilkada DKI Jakarta melalui jalur independen atau perseorangan.
Tetapi, kata dia, setelah Ahok memutuskan jalur partai politik, para anak muda pendukungnya tetap menyetujui dan menganggap langkah Ahok sudah benar.
“Jangan mencla-mencle, kasian saya anak muda begini. Apa jadinya generasi muda kalau mentalnya mental bebek. Tidak punya prinsip dan konsisten,” tandasnya.
Masinton juga menanggapi, bahwa partai politik yang mendukung Ahok belum tentu karena mewadahi aspirasi rakyat yang diwakilkan oleh 1 juta KTP ‘Teman Ahok’, tetapi bisa jadi karena pragmatisme semata.
“Apa karena kesadaran mendukungnya, belum tentu. Ini bisa jadi salah satu bentuk pragmatisme parpol. Ingin menang cepat dan instan. Tidak yakin untuk bisa menciptakan alternatif sendiri,” pungkasnya.*