Hidayatullah.com– Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin merasa bersyukur, bahwa indeks kerukunan umat beragama di Indonesia saat ini termasuk baik. Kalau pada tahun 2015 berada pada poin 75.36 persen, tahun 2016 meningkat menjadi 75.47 persen.
Hal ini, menurut Menag Lukman, tidak terlepas dari kearifan pendahulu bangsa yang mampu merajut persatuan di negara dengan ribuan pulau, suku, adat, dan tradisi.
Oleh karena itu, ungkapnya, menjadi tugas generasi sekarang untuk terus merawat kerukunan dan keindonesiaan sehingga bisa terus diwariskan kepada generasi bangsa.
Demikian disampaikan dalam acara Deklarasi Gerakan Cinta Kerukunan yang diinisiasi oleh Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat, di Padang, Sumbar, Ahad (02/04/2017). Deklarasi ini diikuti lebih dari 1.200 peserta, termasuk Gubernur, Walikota, dan Tokoh Lintas Agama Sumbar.
“Ahamdulilah, Sumatera Barat hidup dengan kerukunan, kita tetap jaga dan kita rawat,” ujar Menag pada acara itu, sembari menyampaikan terima kasih kepada semua semua pihak atas terselenggaranya deklarasi ini, lansir laman resmi Kemenag.
Menurut Menag, gerakan cinta ini mempunyai makna yang mendalam. Dari situ, ia yakin, akan terpancar menjadi api atau ruh dalam menjaga kerukunan. Untuk itu, gerakan ini harus terus berkobar sehingga tidak padam.
“Dalam konteks Indonesia, itu menjadi syarat yang mutlak untuk kita hadirkan kerukunan di tengah-tengah kita,” ujarnya. Gerakan cinta kerukunan penting di tengah realitas keindonesiaan yang beragam.
Baca: Gubernur Sumut Berharap Masjid Mampu Tingkatkan Kerukunan Beragama
Mengakhiri sambutan, Menag membacakan pantun berikut:
Anak nagari ke pariaman
Ke Payakumbuh lalu Pasaman
Untuk mensyukuri keberagaman
Kita pertumbuh kebersamaan
Ke Bukit Tinggi kita pergi
Berhimpun dalam nagari
Pertinggi upaya sinergi
Rukun terus lestari.*