Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Gus Sholah: Indonesia dan Islam Dua Sisi dari Mata Uang yang Sama

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 April 2017 06:34 6:34 am
Ahmad
Dipublikasikan 19 April 2017 06:34
Bagikan
Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengingatkan bahwa spirit Islam dan Indonesia sudah terpadu dan tidak dapat dipisahkan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengingatkan bahwa spirit Islam dan Indonesia sudah terpadu dan tidak dapat dipisahkan.

Jika perpaduan yang sudah dirintis sejak generasi para pendiri republik ini akan diubah, justru akan membawa Indonesia mundur 30 tahun ke belakang.

“Sekarang ini kelihatannya ada yang ingin mempertentangkan Islam dan Indonesia. Termasuk juga orang Islam yang tidak paham. Mereka bilang, kita ini orang Islam yang Indonesia, atau orang Indonesia yang Islam. Saya bilang, apa kita pernah disuruh memilih antara Islam dan Indonesia?,” ujar Gus Sholah saat meresmikan berdirinya Pesantren Tebuireng Cabang Banten, Selasa, 18 April 2017.

Gus Sholah lalu menjelaskan proses perpaduan Islam dan Keindonesiaan itu sejak masa perjuangan kemerdekaan yang melibatkan kalangan pesantren dan para kiai, hingga integrasi madrasah ke dalam sistem pendidikan nasional.

Baca:  Muhammadiyah: NKRI Anak Kandung Umat Islam Indonesia

Juga penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal dalam Muktamar NU di Situbondo (1984). Termasuk integrasi beberapa aspek hukum Islam yang bersifat muamalah ke dalam sistem hukum nasional.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Mantan Wakil Ketua Komnas HAM ini memberikan analogi, orang yang ingin memisahkan Islam dan Indonesia itu seperti anak yang bapak dan ibunya mau bercerai. Lalu si anak disuruh memilih ikut bapak atau ibunya. “Lha ini kan tidak akan bercerai. Harus kita pertahankan. Kita ini orang Indonesia yang beragama Islam dan orang Islam yang Indonesia. Tidak perlu kita pertentangkan,” tegasnya.

Indonesia dan Islam, menurut Gus Sholah, adalah dua sisi dari mata uang yang sama.

“Kalau Indonesia meninggalkan Islam, kita akan kembali ke zaman 30 tahun lalu, ketika pemerintah memusuhi umat Islam.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol. Boy Rafli Amar yang hadir dalam peresmian tersebut berharap, kehadiran cabang Pesantren Tebuireng di Banten akan mampu mendidik santri yang memiliki spirit kemajuan, wawasan keilmuan dan berakhlaqul karimah. Juga dapat melahirkan generasi emas yang akan mengisi kehidupan bangsa dengan hal-hal yang positif untuk kepentingan agama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Boy, pendiri Pesantren Tebuireng KH Hasyim Asy’ari terkenal dengan konsep hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman). Karena itu, dia berharap semangat ini akan menyebar luas di tengah-tengah krisis kecintaan kepada negara yang cenderung memudar akhir-akhir ini.

Baca:  Gus Sholah: Islam dan Indonesia Tak bisa Dipisahkan

“Terutama masyarakat di kota-kota besar yang menikmati kemajuan teknologi sedemikian rupa, mereka kadang lupa dengan nilai-nilai dasar bangsa kita yang diwariskan para leluhur dalam rangka membangun NKRI,” ujar mantan Kapolda Banten ini.

Lulusan Akademi Kepolisian 1988 ini menambahkan, semangat cinta tanah air yang digelorakan pendiri Pesantren Tebuireng adalah modal bangsa Indonesia untuk tetap eksis dan kokoh. “Kami berkeyakinan, Pesantren Tebuireng ini dapat menjadi role model bagi pondok pesantren di Indonesia, dengan tidak melupakan nilai-nilai keindonesiaan dan kecintaan kepada bangsa ini,” ujar Boy.

Acara peletakan baru pertama pesantren ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Banten Bazari Syam, Kepala Kantor Kementerian Agama Serang Abdur Roup, Wakil Bupati Serang Panji Tirtayasa, mantan Kapolda Banten Rumiah Kartoredjo, dan Kapolda Banten Brigjen Pol. Listio Sigit Prabowo.

Dari kalangan ulama hadir sesepuh alumni Pesantren Tebuireng KH. Fuad Halimi, Ketua MUI Banten KH. AM Romly, Ketua Yayasan Pesantren Tebuireng 09 KH. Ahmad Qizwini, dan puluhan pengasuh pesantren di Banten.

Sebagaimana diketahui, salah satu cucu pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari ini hadir dalam peresmian cabang ke-8 dari Pesantren Tebuireng yang ditandai peletakan batu pertama ini berlokasi di Kampung Pabuaran, Desa Sanding, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:asas tunggalGus SholahIslam dan IndonesiaanKH. Salahuddin Wahidnegara kesatuan Republik IndonesiaNKRIPesantren Tebuirengumat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Irena Handono: Masalah Kepemimpinan bukan Urusan Kecil
Tulisan selanjutnya Warga Surabaya Doakan Kemenangan Pemimpin Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?