Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Analis: Tindakan Fatal Relawan Ahok-DJarot Bantu Kekalahan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 April 2017 21:03 9:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 April 2017 21:03
Bagikan
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot bersama relawan yang mengusungnya saat konprensi pers
Bagikan

Hidayatullah.com–Analis politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun menyebutkan, ada empat faktor kekalahan Ahok-Djarot dalam perhitungan cepat beberapa lembaga survei.

Pertama, menurutnya, mesin politik Ahok-Jarot tidak bergerak efektif. Padahal, kata dia, mesin politik Ahok-Djarot secara kuantitas sebenarnya mengungguli pasangan Anies-Sandi karena  mereka didukung oleh enam partai politik (PDIP, Nasdem, Hanura, Golkar, PKB dan PPP) serta mantan relawan yang teruji pada Pilkada 2012. Sementara Anies-Sandi didukung 5 partai (Gerindra,PKS,PAN,Perindo, dan Partai Idaman) dan relawan.

Sayangnya, lanjut direktur Puspol Indonesia ini,  modal kuantitas tersebut tidak mampu bekerja efektif karena pola kampanye mereka sudah terbaca dengan baik oleh mesin politik pasangan Anies-Sandi.

“Pola ‘kampanye darat’ yang konvensional dengan kecenderungan menggunakan pola seperti melalui kegiatan baksos, sembako murah, dan sembako gratis tidak efektif lagi mempengaruhi secara luas pemilih Jakarta yang mayoritas pemilih rasional,” terangnya kepada hidayatullah.com, Kamis (20/04/2017).

Baca:  Meski Pendukung Ahok Bagikan Amplop, Anies-Sandi Tetap Menang di Sini

Termasuk, tambahnya, pola ‘kampanye udara’ mereka yang cenderung menggunakan pola playing victim sebuah kampanye melalui dunia maya untuk menggambarkan pasangan Ahok-Djarot sebagai korban diskriminasi dan intoleransi, tidak mampu merubah cara pandangan warga Jakarta secara mayoritas.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Militansi berlebihan cyber army Ahok-Jarot juga seringkali justru menjadi blunder politik,” ujarnya.

Kedua, modal finansial yang lebih besar dimiliki pasangan Ahok-Djarot tidak digunakan secara efisien dan efektif. Melimpahnya dukungan finansial yang dimiliki mereka tidak digunakan untuk agenda-agenda pemenangan secara efisien. Ini, kata dia, bisa dicermati dari pembiayaan yang besar untuk imaging politic melalui media masa dan media sosial, tetapi tidak berbuah pada meningkatnya elektabilitas mereka. ‘Kampanye udara’ yang berbiaya besar dinilainya tampak lebih diutamakan dibanding ‘kampanye darat’ yang sesungguhnya bisa lebih efektif dengan menggerakan mesin politik secara kultural.

Ketiga, komunikasi Ahok pada publik tidak santun. Tidak sedikit pernyataan – pernyataan Ahok dihadapan publik menimbulkan kemarahan massa diantaranya yang paling fenomenal adalah terkait pernyataanya mengenai Al Maidah 51 di Kepulauan Seribu pada September 2016. Dalam konteks sosiologis politik, menurut Badrun, tampaknya cara komunikasi santun jauh lebih diterima warga Jakarta.

Baca: Jaksa Penuntut Umum: Ahok tidak Menghina Agama

Dan terakhir, tindakan fatal relawan atau simpatisan Ahok-DJarot. Tindakan fatal Ahok atau timnya menjelang putaran kedua, catat Badrun,  ada pada dua hal, yaitu video kampanye yang mengesankan umat Islam intoleran (lakukan kekerasan) dan operasi bagi-bagi sembako di hari tenang yang dilakukan oleh sekelompok relawan atau simpatisan yang menggunakan simbol baju kotak-kotak.

“Ini menimbulkan kesan negatif terhadap pasangan Ahok-Jarot yang justru mengurangi elektabilitasnya. Video kampanye Ahok-Jarot yang menggambarkan umat Islam yang keras dan intoleran tersebut justru meningkatkan militansi pemilih Muslim Jakarta karena umat merasa disudutkan,” paparnya.

Ini, tambah Badrun, mengingatkan warga Muslim terhadap Ahok dalam kasus Al- Maidah 51. Menurutnya, Ahok-Djarot nampaknya lupa temuan riset bahwa 65% warga muslim Jakarta memilih karena faktor agama.*/Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anies-SandiBasuki Tjahaja Purnamacyber armyelektabilitasintoleranKekalahan Ahokoperasi sembakoPDIPRelawan Ahok-DJarotUbedilah Badrun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tim Advokasi GNPF Nilai Tuntutan JPU seperti Membebaskan Ahok
Tulisan selanjutnya Catatan dan Kritik atas Tuntutan JPU terhadap Ahok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?