Hidayatullah.com– Anggota Komisi I DPR RI Sukamta meminta, agar Indonesia mendesak dunia internasional untuk segera turun tangan menghentikan pembantaian warga sipil di Ghouta Timur, Suriah.
Ia berharap pemerintah Indonesia dapat proaktif membantu menyelesaikan konflik di Suriah dengan ikut melakukan mediasi faksi-faksi yang bertikai.
“Indonesia punya posisi yang dihormati dan didengar di kalangan negara-negara Islam. Posisi ini perlu diperankan untuk mendorong proses perundingan damai antar faksi yang bertikai. Saya kira ini hal yang layak untuk dicoba, siapa tahu lewat Indonesia konflik yang berkepanjangan ini dapat didamaikan,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Senin (26/02/2018).
Baca: Rezim Assad Menargetkan Ghouta Timur dengan Gas Klorin
Menurut Sukamta, berbagai pihak juga perlu segera bersikap atas apa yang terjadi di Ghouta. Sebagaimana yang telah dilakukan untuk membantu Rohingya, umat Islam dan juga ormas Islam di Indonesia perlu secara bersama-sama memberikan bantuan untuk kaum Muslimin di Suriah, khususnya di Ghouta.
“Tindakan pasukan rezim Assad ini sungguh gila dan biadab. Ini semakin menambah kelam daftar tragedi kemanusiaan di Suriah. Dan hal ini dapat membawa Suriah kepada kehancuran total,” jelasnya.
Selain itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS ini menyatakan, PBB dan negara-negara adidaya seharusnya merasa malu atas konflik berkepanjangan di Suriah yang dimulai sejak Maret 2011.
Baca: Protes Melawan Serangan Ghouta Timur di Kedutaan Rusia di Beirut
Ia menilai, kekuatan dan otoritas yang dimiliki PBB dan negara-negara adidaya tidak mampu diperankan dengan baik untuk menghentikan konflik atas nama kemanusiaan.
“Jika dihitung, sudah 7 tahun tragedi kemanusiaan terjadi di Suriah. PBB semestinya mampu menekan AS dan Rusia untuk membantu mendinginkan suasana. PBB selama ini terkesan tidak berdaya terhadap kedua negara besar ini yang terlihat ikut memperkeruh konflik dengan berada di belakang faksi-faksi yang bertikai,” tandasnya.
Sukamta berharap, PBB membuat langkah nyata seperti mengeluarkan resolusi berlakukan gencatan senjata.*
Baca: Hujan Bom di Ghouta Timur, Korban Sudah Lebih 500 Orang