Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Hujan Bom di Ghouta Timur, Korban Sudah Lebih 500 Orang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Februari 2018 17:40 5:40 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Februari 2018 17:35
Bagikan
Seorang wanita Suriah dan anak-anak berlindung di tengah reruntuhan bangunan menyusul pemboman Rezim Bashar di Kota Hamouria, di wilayah Ghouta Timur Rabu, 19 Februari 2018.
Bagikan

Hidayatullah.com—Hampir sepekan serangan militer rezim Bashar al Assad dan sekutunya yang nyaris tanpa henti membombardir wilayah Ghouta Timur dalam sepekan terakhir menambah jumlah korban tewas hingga Ahad pagi sudah melebih 520 orang demikian data dari kelompok Medecins Sans Frontieres (MSF) atau dikenal Dokter Lintas-Batas.

Jumlah korban tewas di Ghouta yang terkepung melonjak melampaui imajinasi. Menurut MSF, banyak korban adalah wanita dan anak-anak. Perempuan dan anak-anak mewakili 58 persen orang yang terluka dan 48 persen dari korban tewas yang tercatat.

Relawan kemanusiaan melaporkan, begitu gencarnya pengeboman tanpa henti sampat mereka tak mampu menghitung jenazah korban.

Tidak banyak media bisa mengakses langsung menjelaskan kepastian korban dan kondisi sesungguhnya. Satu-satunya laporan datang dari para relawan dan masyarakat yang menjadi korban melalui media sosial, yang menggambarkan kondisi Ghouta Timur laksana ‘neraka’.

Baca: DKK PBB Serukan Gencatan Senjata 30 Hari di Suriah

Dewan Keamanan PBB menyepakati gencatan senjata selama 30 hari di Ghouta padad. Namun Rusia tetap meneruskan bom ke pemukiman penduduk.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Koresponden Orient News,  melaporkan, pesawat-pesawat tempur Rusia dan Rezim Bashar menjatuhkan bom di kantong-kantong pertanian padat penduduk di sebelah timur ibu kota, benteng terakhir oposisi di dekat Damaskus selama tujuh hari berturut-turut.

Milisi rejim juga menjatuhkan Bom Fosfor yang dilarang secara internasional, menyebabkan kebakaran rumah dan melukai warga sipil, menurut koresponden Orient dan video yang diterbitkan aktivis lokal.

Muhammad Najem, seorang remaja berusia 15 tahun dari daerah kantong kelompok oposisi di Ghouta Timur yang hancur, melaporkan melalui akun menggunakan media sosial dan berbagi video tentang pemboman harian, dan kekurangan makanan dan medis. Dengan ratusan warga sipil yang terbunuh minggu ini saja, posting terbaru Muhammad telah meminta masyarakat internasional untuk mengambil tindakan. “Bashar, Putin dan Khomeini  membunuh masa kecil kami, ” katanya.

Baca: Jumlah Korban Tewas Kekalapan Rezim Bashar di Ghouta Timur

Akun @SiegeWatch juga melaporkan hujan Bom Gentong terjadi Kampung Al-Shaifuniya di Ghouta yang dikepung.

Sejak semalam, beredar beberapa potongan video dari Ghouta begaimana anak-anak sedang berlindung dari bom yang dihujankan oleh pesawat-pesawat Bashar Assad dan Vladimir Putin. Mereka yang ketakutian sambil terus membaca Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas.

Sebuah video dari Syria Charity secara viral beredar, di mana seorang anak suriah dengan menggunakan kerudung coklat menangis dan mempertanyakan dunia internasional.

Baca: Penduduk Suriah ‘Mempersiapkan Diri untuk Mati, sementara Bashar Terus Hujani Bom di Ghouta

Seorang gadis Suriah (yang tidak disebutkan namanya) menjelaskan apa yang terjadi di Ghoutah dari salah satu tempat berlindung.

“Dunia macam apa ini? Menyiapkan makanan untuk kita saja tidak bisa. Setiap hari kami ditembaki pesawat-pesawat tempur. Kita keluar ditembaki, keluar ditembaki. Mereka memaksa kita mengungsi dari rumah.

Dari minggu lalu begitu saja keadaan kita. Setiap hari dibom, pagi-pagi diserang. Demi Allah Basyar itu terlaknat! Kita lelah begini terus. Kita tak punya apa-apa. Tidak ada makanan, bahkan airpun tak ada.

Kita hanya bisa tidur disini, diatas tanah. Hingga punggung ini terasa nyeri.

Kita tak bisa apa-apa. Mengambil bantal dari rumah saja tidak bisa. Sampai terpaksa tidur di atas tanah. Mereka akan menembaki dengan pesawat-pesawatnya kalau kita keluar. Demi Allah Basyar itu sungguh terlaknat!,” ujarnya sambil menangis, sementara di belakangnya ada puluhan anak-anak lain tengah ketakutan.

Ghouta adalah kawasan subur dan pusat pertanian. Kota seluas 370 km persegi ini memiliki populasi 2011 sebanyak 1,2 juta orang. Saat ini populasinya sekitar 300 ribu, banyak di antaranya pengungsi dari kawasan lain Suriah. Ghouta termasuk basis pejuang pembebasan Suriah yang telah dikepung rezim keji sejak 2012.

Berjarak hanya 13 km di timur laut Damaskus,  kawasan Bumi Syam ini disebut oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi sallam dalam beberapa hadits sahih  Abu Dawud, At-Tirmidzi adalah tempat berkumpulnya  kaum Muslimin terbaik suatu saat nanti.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadbomBumi SyamdamaskusDokter Lintas BatasFosforGhouta TimurHujan Bomiranpesawat tempurRezim BasharrusiasuriahSyam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belajar Sabar dalam Kesempitan
Tulisan selanjutnya Liga Arab Sebut Pengumuman Pemindahan Kedubes AS ke Al Quds Sebagai Provokasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?