Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Amnesty: Polri Gagal Ungkap Fakta Korban Tewas Peristiwa 21-23 Mei

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 12 Juni 2019 07:52 7:52 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 12 Juni 2019 07:52
Bagikan
Konferensi pers Amnesty Internasional Indonesia di Jakarta, Jumat (15/09/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Amnesty International Indonesia mengatakan, penjelasan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam konferensi pers pada Selasa (11/06/2019) terkait aksi kekerasan yang terjadi pada 21-23 Mei lalu di Jakarta, tidak menyeluruh dan gagal mengungkap fakta mengenai sembilan korban tewas dalam peristiwa tersebut.

“Sangat mengecewakan melihat bahwa alih-alih menunjukkan perkembangan penyidikan tentang sebab musabab korban yang tewas dan pelaku yang harus bertanggung jawab, narasi yang dapat berkembang dari konferensi pers hari ini malah mengarah pada wacana “perusuh vs polisi”,” kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid dalam siaran persnya diterima hidayatullah.com, Rabu (12/06/2019).

Amnesty International Indonesia mengakui bahwa kepolisian berada dalam kondisi yang tidak mudah ketika menjadi target penyerangan oleh sekelompok massa setelah aksi damai pada 21 Mei malam.

Hal itu tampak pada adanya banyak petugas kepolisian yang terluka. Meski kepolisian mengakui aksi berlangsung damai, yang luput dari penjelasan polisi, terang Amnesty, adalah menjelaskan ke publik terkait pelaku penembakan yang mengakibatkan korban tewas di pihak warga masyarakat.

“Narasi yang beredar hari ini (kemarin, Red) terkesan mengarahkan wacana bahwa semua korban yang tewas adalah ‘perusuh’, dan seakan ingin ‘mewajarkan’ kematian mereka sebagai konsekuensi logis yang dari tindakan mereka dalam insiden ‘kerusuhan’.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Seharusnya polisi mengungkapkan bukti-bukti yang memadai tentang penyebab kematian mereka terlebih dahulu lalu mengumumkan siapa-siapa yang patut diduga sebagai pelaku penembakan terhadap mereka,” tambah Usman.

“Ini menyakitkan bagi keluarga korban yang hari ini berharap polisi mengumumkan ke publik siapa yang melakukan penembakan kepada korban, tapi justru mendapat penjelasan sepihak bahwa seakan mereka semua adalah ‘perusuh’.

Kami telah menemui sejumlah keluarga korban dan mereka mengungkapkan harapan mereka bahwa pelaku pembunuhan itu ditemukan untuk kemudian dibawa ke pengadilan. Harus ada akuntabilitas atas sembilan kematian tersebut,” ujar Usman.

Baca: Pimpinan DPR Dorong Pemerintah Bentuk TGPF Insiden 22 Mei

Hal lain yang luput dari penjelasan kepolisian kemarin, jelasnya, adalah akuntabilitas atas penggunaan kekuatan berlebihan oleh sejumlah aparat kepolisian dalam aksi tersebut, salah satunya adalah dugaan penyiksaan yang terjadi di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Sama sekali kita tidak mendengar penjelasan terkait insiden dugaan penggunaan kekuatan yang berlebihan tersebut. Anggota Brimob yang melakukan pemukulan dan penganiayaan di Kampung Bali harus diproses hukum secara adil. Komandan Brimob juga perlu dimintai pertanggungjawaban terkait tindakan brutal yang dilakukan oleh anak buahnya,” pungkasnya.

Data dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta seperti yang disampaikan Gubernur Anies Baswedan menyebutkan, jumlah korban jiwa dalam kerusuhan 22 Mei lalu berjumlah delapan orang (versi Polri sembilan orang). Beberapa di antara mereka tewas karena tertembak peluru tajam. Yang lebih menyedihkan, ada anak berusia belasan tahun yang jadi korban “peluru nyasar” itu.

Namun, terkait semua korban yang tewas dalam kerusuhan 22 Mei, Polri malah menduga mereka sebagai perusuh.

“Kami harus sampaikan bahwa sembilan korban meninggal dunia kami duga perusuh. Penyerang. Diduga ya. Diduga perusuh,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol M Iqbal, kemarin kutip INI-Net, Rabu.

Klaim Polri tersebut berbeda dengan penuturan salah satu keluarga korban, yakni almarhum Reyhan Fajari (16 tahun), saat didatangi anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 24 Mei atau dua hari pascakerusuhan.

Baca: KontraS – LBH Temukan Fakta Baru Misteri Korban Tragedi 22 Mei

Berdasarkan keterangan keluarga korban, diperoleh informasi bahwa Reyhan bukanlah peserta Aksi 22 Mei. Pada saat kejadian, sekitar pukul 02.30 WIB, Reyhan bersama teman-temanya, seperti biasa, sedang bersiap membangunkan warga di sekitaran mushalla dekat rumahnya untuk sahur.

Dini hari 22 Mei itu, karena di luar jalan raya terdengar ada keramaian, Reyhan bersama teman-temannya bermaksud mencari tahu kegaduhan yang sedang berlangsung. Namun nahas, begitu akan keluar gang, Reyhan terkena peluru nyasar di pelipis mata sebelah kirinya, yang membuatnya roboh seketika.

Warga kemudian mengevakuasi Reyhan dan beberapa temannya yang lain ke mushalla. Namun, karena luka Reyhan dianggap paling parah, ia kemudian dilarikan ke RS Angkatan Laut Mintoharjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Sungguh sayang, nyawa korban sudah tak bisa diselamatkan. Di sanalah Reyhan mengembuskan napas terakhirnya.

Reyhan adalah putra kedua dari tiga bersaudara. Orangtuanya berada di luar Jakarta.

“Sementara pada saat kejadian tragis itu, dia tinggal berlibur di rumah pamannya karena keperluan untuk mengurus lanjutan sekolah. Saat meninggal, Reyhan masih berstatus pelajar kelas tiga SMP,” ungkap Komisioner KPAI, Jasra Putra, Jumat 24 Mei lalu.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aksi 22 MeiAmnesty International IndonesiakekerasanKerusuhanPemilu 2019polisiPolri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya solidaritas palestina Paul Pogba Ungkap Alasan Jadi Muslim: Islam itu Indah
Tulisan selanjutnya Rakyat Malaysia Dukung Mahathir Tolak Ekstradisi Dr Zakir Naik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?