Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pernyataan Kepala BPIP “Agama Musuh Terbesar Pancasila” dinilai Berbahaya

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 12 Februari 2020 13:05 1:05 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 12 Februari 2020 13:05
Bagikan
Kepala BPIP Yudian Wahyudi (kiri)
Bagikan

Hidayatullah.com– Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi mengatakan bahwa musuh terbesar Pancasila adalah agama, bukan kesukuan.

Sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono menilai pernyataan Kepala BPIP itu harus dikoreksi.

“Apa yang menjadi pernyataan Kepala BPIP yang menyebut agama jadi musuh terbesar Pancasila adalah memperpanjang polemik dan kontroversial serta membuat tidak nyaman di sebagian komunitas keagamaan,” ujar Endro dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com Jakarta, Kamis (12/02/2020).

Ia menilai bahwa pernyataan Kepala BPIP itu sama sekali tidak memberikan kenyamanan bagi pemeluk agama manapun yang dilindungi di Indonesia.

“Dengan demikian menempatkan agama sebagai musuh terbesar Pancasila harus dikoreksi. Musuh terbesar Pancasila adalah PKI dan telah dilarang penyebarannya di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

ISAC menilai, semestinya Kepala BPIP Prof Yudian menghormati, mengakomodasi, dan melindungi pengamalan nilai nilai agama untuk berkembang di Indonesia

“Jika pernyataan tersebut justru memperkeruh suasana kebinekaan, kebangsaan dan kemajemukan di Indonesia, maka sebaiknya kepala BPIP mengundurkan diri dengan hormat atau presiden menggantikan yang lebih baik,” ujarnya.

Endro pun mengingatkan seraya mengutip amanah dalam Pasal 29 UUD 1945 Tentang Kebebasan Beragama Pasal 29; (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa; (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

“Menempatkan agama sebagai musuh Pancasila adalah kesalahan besar, mengabaikan agama dalam peran serta pembangunan masyarakat di Indonesia adalah kesalahan fatal,” ujar Endro.

Ia mengatakan, agama Islam memiliki kaidah dalam berbangsa dan bernegara, tidak sekadar kaidah ibadah saja. Dalam Agama Islam, agama berperan dalam menyelesaikan masalah perekonomian baik perbankan, keuangan, zakat, infaq, shodaqoh, wakaf, hibah, dan lainnya.

Tidak hanya itu, tambah Endro, agama Islam mampu berperan dan pengembangan sains dan teknologi, mengembangkan pendidikan, budaya serta hukum dan HAM. Bahkan peringatan Hari Pahlawan merujuk pada peristiwa perlawanan rakyat yang dilakukan oleh santri dan ulama, juga tak lepas dari Jihad melawan penjajahan pada saat itu.

“Perlindungan terhadap pelecehan, penistaan agama di Indonesia juga diakomodasi dalam KUHP pasal 156 a maupun dalam UU ITE,” ujarnya.

Sebelumnya sebagaimana viral beredar, Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi mengatakan ada kelompok minoritas yang ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas.

“Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” sebut Yudian yang masih merangkap sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Jogjakarta dikutip Detikcom, Rabu (12/02/2020).

Pernyataan itu viral dan menuai polemik terutama di kalangan masyarakat pengguna media sosial. Politisi Andi Arief menilai pernyataan Prof Yudian itu berbahaya.

“Pernyataan kepala BPIP berbahaya karena logika terbalik, Pancasila itu lahir di Indonesia karena sudah ada agama dan kekuatan berbasis agama. Pancasila memberi ruang kesepakatan yang terbuka, adil dan taat aturan main,” ujarnya lewat akunnya di twitter, @AndiArief__, Rabu pantauan hidayatullah.com sekitar pukul 12.53 WIB.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamaBPIPEndro SudarsonoISACKepala BPIPpancasilaYudian Wahyudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gerakan Menutup Aurat 2020 Digelar Serentak se-Indonesia
Tulisan selanjutnya Kemenag: Madrasah di Indonesia Termodern se-Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?