Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PJ Gubernur DKI akan Hidupkan Program Pengaduan Era Ahok, Netizen: Sudah Ada JAKI, Kenapa Kembali Cara Kuno?

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Oktober 2022 22:08 10:08 pm
Ahmad
Dipublikasikan 17 Oktober 2022 22:20
Bagikan
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono
Bagikan

Hidayatullah.com—Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono direncakan menghidupkan program, pengaduan masyarakat secara langsung ke Pendopo Balai Kota DKI Jakarta yang pernah digagas Jokowi-Ahok. Dengan demikian, progam pengaduan secara online bernama JAKI yang diluncurkan Anies Baswedan saat Gubernur DKI Jakarta bakal dihapus.

“Pengaduan masyarakat yang dulu pernah dilakukan Pak Jokowi dan Pak Ahok, Insya Allah akan kita lakukan kembali,” ungkap Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/10/2022).

Menurut Heru, penerapannya, pengaduan warga itu akan berlangsung pada Senin-Kamis. Pengaduan akan beroperasi mulai pukul 07.30 WIB-08.30 WIB.

Menurut Heru, mengatakan, nantinya perwakilan dari Wali Kota, Asisten, setiap hari bergantian setiap wilayah ada di Pendopo Balai Kota untuk menerima pengaduan masyarakat. “Nanti mereka diatur akan piket dari pukul 8-9 pagi. Setelah itu apa yang didiskusikan oleh masyarakat yang datang untuk ditelaah lebih lanjut di wilayah,” katanya lagi.

Rencana ini ditanggapi warganet. Mereka menilai, pelaporan manual yang mengharuskan orang dating ke Balai Kota adalah Kembali ke cara kuno.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Itu cara kunooo pak. Pengaduan dgn ttatp muka. Emng lho mmpu ktemu sm org dgn ribuan aduan. Msh bgus pak anies dia buat jd modern dgn menggunakan apl jaki jd setia keluhan wrga lapor di jaki langsung ditindak lanjut oleh dinas terkait,” tulis pemilik akun Instagram @setyanataeddi di akun IG @Sindonews.

“Hanya program pelayanan pengaduan secara langsung? Serius nih? Msh mau dipakai lgi dengan zaman yg serba digitalisasi online. Kan malah lebih cepat tersampaikan ke pejabat kalau para birokrat terus mantengin OA dan itupun harus ditindaklanjuti jangan hanya dibaca aja. Semestinya program yg sangat saya nantikan itu gimana kelanjutannya proyek monorail. Yg kini tiang pancang hanya dijadikan monumen disepanjang jalan. Padahal di zaman Jokowi itu dilanjutkan. Kedua terkait reklamasi,” tulis @achmaddellanfahmi.

“Tujuannya bagus. Tapi Era udh digital loh.. ga bisa dibuat lebih efektif apa ? Buat apa ada internet? Coba belajar dr program Jabarquick response,” tulis @budidharmala.

“PJ gubernur tanpa ide, boneka apa wayang ya? “ kata @ariez_abuhisyam

yg tau wilayah belum tentu tdk tidak buta wilayahnya sendiri. Lihat kerjanya dlu, apakah PJ gub jauh lebih unggul dr anies,” bela @taufikramadhan_69.

“Udah ada JAKI, multi apliaksi, om…. Ngapa balik lagi ke sistem tradisional,” tambah @ellanellivaizandrian.

“mantab lah….. ayo buka lagi reklamasi,,,, khan cukong sudah banyak merugi, akibat ketegasan pak Anies….. ayo saatnya para oligarki semangat lagi…😂😂😂😂😂,” sindir @torosutoro3.

“Terus buat apa? Kenapa ya pejabat di negeri ini suka banget cari muka, cari sensasi? Padahal alangkah lebih bijak, kerjakan saja apa yg mau dikerjakan tanpa harus sebut merk. Program nya inilah, program itulah,” kata @abieshaiya.

“Eh eh aplikasi JAKI gimana? Masa mau lapor harus ke balai kota lagi. Kemaren pernah lapor di JAKI baik masalah fasilitas maupun vaksin responnya cepat banget tindakannya dan informasinya pas banget untuk program vaksinasi,” lanjuta @rahmadaz.

Pengadukan online

Seperti diketahui, , Ahok menjabat Gubernur DKI menggantikan Joko Widodo (Jokowi) sejak November 2014 hingga Mei 2017. Selama menjabat Gubernur DKI, Ahok membuka kesempatan warga mengadu langsung ke Balai Kota di meja aduan.

Saat dipimpin Anies Baswedan, program manual ini diganti dengan aplikasi, namanya JAKI (Jakarta Kini), tanpa perlu tatap muka lagi, ke Balai Kota.

Di antara berbagai fitur menarik di JAKI, fitur JakLapor-lah yang menjadi kanal pengaduan warga. Warga dapat mengunduh aplikasi JAKI melalui playstore atau appstore, kemudian memasangnya di smartphone.

Laporan melalui aplikasi ini akan otomatis muncul secara anonim di dalam sistem. Bahkan warga dapat memantau apakah laporan sudah ditindaklanjuti atau belum secara real-time, yang mudah diakses oleh warga.

Aplikasi JAKI sempat digunakan Pemprov DKI untuk proses pendaftaran vaksinasi Covid-19, layanan darurat, hingga memantau kualitas udara. JAKI bahkan telah memenangi ASEAN ICT Award 2021.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokAnies BaswedanJAKIPJ Gubernur DKI Jakartaprogram pengaduan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid Agama China Tiongkok Benarkan telah Bongkar Masjid, Xi Jinping: Agama Harus ‘Berorientasi China’
Tulisan selanjutnya Kongres Partai Komunis akan Bahas Arah China sebagai Negara Sosialis Modern Tahun 2049

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?