Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Israel Umumkan Pembangunan di Jerusalem Timur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Maret 2010 13:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Israel mengumumkan pembangunan 1.600 rumah baru di Jerusalem Timur, yang bisa dilihat sebagai ancaman yang membayang-bayangi kunjungan Wakil Presiden AS Joe Biden.

Langkah tersebut membuat marah warga Palestina mengingat pemimpin mereka baru-baru ini sepakat untuk membuka kontak dengan Israel karena didesak Biden.

Waktu pengumuman itu juga bisa mempermalukan Presiden Barack Obama.

Komunitas internasional menganggap Jerusalem Timur, yang direbut Israel pada 1967, sebagai wilayah pendudukan.

Dan pembangunan di wilayah pendudukan tidak diizinkan berdasarkan undang-undang internasional. Meski demiikian, sebagaimana biasa, Israel menganggap Jerusalem Timur sebagai wilayahnya.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Di bawah tekanan Amerika Serikat, Israel sudah mengumumkan penundaan pembangunan baru selama 10 bulan di Tepi Barat. Namun penundaan itu tidak mencakup wilayah Jerusalem Timur, yang diinginkan Palestina sebagai ibukotanya.

Masih diperlukan sejumlah persyaratan dalam perencanaan pembangunan sebelum proyek itu bisa dimulai dan diperkirakan pembangunan baru dimulai sedikitnya dua tahun lagi.
Perundingan tidak langsung

Jurubicara Otorita Palestina, Nabil Abu Rudeina, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa keputusan itu berbahaya dan bisa menghambat perundingan.

“Kami melihat keputusan membangun Jerusalem Timur sebagai penilaian bahwa upaya Amerika telah gagal bahkan sebelum perundingan dimulai sama sekali.”

Wakil Presiden Joe Biden merupakan pejabat tertinggi dari pemerintahan Obama yang berkunjung ke Jerusalem.

Dalam konperensi pers bersama dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelum pengumuman pembangunan ini, Biden mengatakan ada momentum bagi kesempatan nyata untuk perdamaian antara Palestina dan Israel.

Biden menyambut baik kesepakatan kedua pihak belum lama ini untuk memulai perundingan tidak langsung dan mengatakan Amerika Serikat akan mendukung mereka yang mengambil resiko untuk mencapai perdamaian.

Dia mengharapkan perundingan tidak langsung itu akan mengarah pada pertemuan langsung yang bisa mengarah pada tercapainya solusi dua negara Israel dan Palestina yang hidup berdampingan secara damai.

Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, George Mitchell, yang akan terbang bolak balik untuk bertemu Palestina di Ramallah dan Israel di Jerusalem. [bbc/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keluarga Saudi Besar Pasak daripada Tiang
Tulisan selanjutnya Menjustifikasi Kematian “Teroris”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Lancarkan Penggerebekan di Seluruh Tepi Barat, Usir 5.000 Warga Palestina

Berita
27 Oktober 2026 19:04
Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan
Parlemen Mesir Restui Dukungan Militer untuk Arab Saudi
Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak

Terbaru

  • Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
  • Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak
  • Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
  • Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
  • Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action
  • LPH Hidayatullah Sambangi BPJPH, Bahas Penguatan Regulasi, Kompetensi dan Integritas Auditor
  • Madinah dan Istana Kepresidenan Yaman Jadi Target Serangan Houthi
  • Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, UBN: Jangan Beri Panggung Pendukung Genosida
  • Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
  • Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?