Hidayatullah.com–Para pengamat Palestina menganalisis bahwasannya negosiasi tidak langsung antara Palestina-Israel yang diprakarsai oleh Amerika Serikat akan berakhir dengan kegagalan. Karena tidak menutup kemungkinan pada saat yang sama,Israel akan melakukan langkah-langkah yang menggagalkan negosiasi tersebut. Demikian dilansir Al-Jazeera.net (11/5).
Dalam pandangan mereka, anjuran yang diberikan Amerika Serikat serta persetujuan pemimpin Arab untuk melakukan negosiasi tidak langsung, disebabkan karena tidak ada opsi lain yang bisa dijadikan sebagai alternatif. Padahal semua orang juga sudah bisa membaca bagaimana hasil dari negosiasi tersebut.
Wartawan dan juga seorang penulis, Mahmud Fathatifah mengisyaratkan bahwa negosiasi tidak langsung ini dilaksanakan bertepatan dengan persiapan masyarakat Palestina memperingati peristiwa Nakba yang ke-62 tahun. Diharapan peringatan Nakba ini dapat menjadi risalah bagi negosiasi damai tersebut, agar mengakui kembali kepemilikan tanah Palestina beserta hak setiap warganya.
Ia juga mengatakan bahwa pembicaraan pada negosiasi damai tersebut tidak langsung kepada akar permasalahan, terutama mengenai pengungsian yang menjadi salah satu poin penting dalam peringatan Nakba. Ini merupakan indikasi negatif, karena Israel juga tidak mengakui hak-hak rakyat Palestina, khususnya yang berkenaan dengan tanah Palestina, perbatasan, dan hak para pengungsi.
Seorang analis politik dan dosen di Universitas Terbuka Al Quds, Nu’man Amr mengatakan bahwa negosiasi tidak langsung ini sama saja dengan negosiasi langsung yang telah berjalan selama 17 tahun. Ia menambahkan, hal ini karena situasi permasalahan yang sangat kompleks.
Sedangkan Muhammad Abu Allan, yang merupakan seorang penulis mengomentari bahwa tujuan diadakannya negosiasi hanyalah untuk memberi kesan yang baik dan adanya usaha perundingan. Meskipun hasil dari negosiasi tersebut sudah bisa diketahui bersama, yaitu gagal.
Ia juga mengatakan bahwa perundingan ini tidak akan berhasil, karena Israel sendiri telah mengatakan kegagalan tersebut sebelum dimulainya negosiasi.
Ia menekankan lagi, perundingan sebelum-sebelumnya yang diprakarsai oleh dunia internasional saja, tetap tidak membuahkan hasil. Apalagi sekarang hanya dimotori oleh Amerika Serikat sendirian. [sadz/jzr/hidayatullah.com]