Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina TerkiniTekno

Komite Dukungan Jurnalis: Facebook Terus Menghapu Kontens dan Narasi tentang Palestina

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Juni 2022 15:58 3:58 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Juni 2022 16:30
Bagikan
Komite Dukungan Jurnalis (Journalists' Support Committee/JSC), hari Rabu (22/6/2022), menegaskan mereka telah mendokumentasikan eskalasi gerakan antikonten Palestina di Facebook
Bagikan

Hidayatullah.com—Komite Dukungan Jurnalis (Journalists’ Support Committee/JSC), hari Rabu (22/6/2022), menegaskan bahwa mereka telah mendokumentasikan eskalasi gerakan menghapus konten Palestina secara signifikan di situs jejaring sosial, termasuk Facebook. Platform media social raksasa ini dikenal menarget halaman media dan akun jurnalis dengan tujuan melenyapkan narasi Palestina.

JSC adalah “organisasi nirlaba yang mewakili jurnalis, penulis, penyiar, reporter, editor, fotografer, pekerja media, dan jurnalis online, dari negara-negara seperti; Bahrain, Lebanon, Palestina, Yaman , Irak dan Suriah.”

“Menejemen Facebook, sejak awal Juni ini, mempertahankan kebijakannya dengan dalih palsu, dengan memblokir halaman-halaman kantor berita Quds Press tanpa peringatan sebelumnya, beberapa hari setelah meliput berita serangan Israel terhadap Masjid Al-Aqsha, dan pawai Bendera di Al-Quds,” demikian lapor JSC sebagaimana dikutip Palestina Information Centre (PIC).

JSC menjelaskan bahwa “menejemen Facebook telah menghapus akun jurnalis Yahya Yaqoubi, yang bekerja di surat kabar Palestina, halaman Encyclopedia of Palestine Camps, halaman jurnalis Ihab Al-Jariri, dan jurnalis Ali Obeidat.”

Dijelaskan bahwa menejemen Facebook telah menghapus puluhan halaman dan akun Palestina milik organisasi media dan jurnalis. “Ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap prinsip-prinsip kebebasan berekspresi dan pekerjaan jurnalistik, serta pelanggaran baru terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi yang dijamin oleh hukum internasional,” terang JSC.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Korban sensor Facebook

Facebook telah dituduh berulang kali menahan suara Palestina dengan dalih mencegah ujaran kebencian. Pedoman Komunitas Facebook – sebuah mekanisme yang sebagian ditujukan untuk mencegah ujaran kebencian – tidak memiliki definisi yang jelas tentang antisemitisme dan harus disalahkan atas pembungkaman suara-suara Palestina di platform media sosialnya, termasuk Instagram.

“Meskipun ada pengakuan internasional bahwa hak warga Palestina untuk kebebasan berbicara online sedang diserang melalui pembatasan dan pembatasan, belum ada tindakan yang diambil untuk mengurangi ini,” tulis Alysia Grapek, penulis laporan, “Facebook Censors Palestine”.

Facebook juga memiliki sejarah memenuhi permintaan pemerintah Israel untuk menghapus akun warga Palestina, serta memblokir dan memfilter konten. Supermodel Palestina-Belanda Bella Hadid, serta profesor Palestina-Amerika Noura Erakat pernah jadi korban.

Hadid memposting foto paspor Palestina ayahnya, yang kemudian dihapus, sementara Erakat memposting tentang  sepupunya yang ditembak mati oleh tentara zionis. Selama bertahun-tahun, Facebook menghadapi tuduhan menonaktifkan akun warga Palestina berkoordinasi dengan penjajah ‘Israel’ dan badan keamanan, dengan dalih mencegah “hasutan” warga Palestina.

Pada bulan Mei, Middle East Eye melaporkan bahwa lebih dari 50 jurnalis dan aktivis Palestina telah menghapus halaman profil mereka oleh Facebook, di samping pemberitahuan yang mengatakan halaman mereka telah dinonaktifkan karena “tidak mengikuti Standar Komunitas kami”.

“Sejak awal tahun 2022, telah tercatat lebih dari 75 pelanggaran terhadap konten Palestina milik jurnalis dan situs media, berdasarkan laporan statistik bulanan komite,” kutip JSC.

Komite menyatakan bahwa tujuan pembatasan ini adalah untuk “menghilangkan suara Palestina sehubungan dengan rencana ‘Israel’ yang sedang berlangsung, yang menarget eksistensi Palestina dan mencabutnya dari tanahnya.”

Komite menyerukan “lembaga-lembaga internasional, yang dipimpin oleh Federasi Jurnalis Internasional, UNESCO dan Reporters Without Borders, untuk menekan manajemen Meta, dan platform media sosial, yang mempraktikkan standar ganda.”

“Meningkatnya volume pelanggaran di platform Facebook harus mengingatkan masyarakat internasional akan perlunya mengembangkan mekanisme akuntabilitas hukum internasional untuk memasukkan larangan kebijakan diskriminatif elektronik dan akuntabilitas perusahaan swasta yang menempuh kebijakan ini,” lapor JSC.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:facebookjurnalis PalestinaKomite Dukungan Jurnalis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya subsidi minyak goreng curah Luhut Akan Tetapkan Aturan Baru, Beli Migor Curah Wajib Pakai NIK dan PeduliLindungi
Tulisan selanjutnya Jamaah Haji Pancing Calon Jamaah Haji Indonesia Bawa Alat Pancing ke Tanah Suci, Mau Memancing di Mana?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?