Sahabat Al-Aqsha & Hidayatullah.com—Sekitar seratus orang hadir untuk ber-ta’ziyah siang tadi di markas IHH, tetapi jenazah dua syuhada kemanusiaan IHH yang menumpang pesawat yang jatuh di Afghanistan sampai saat ini belum ditemukan oleh tim penyelamat.
Ruang pertemuan di lantai dasar markas IHH (Insani Yardim Vakfi, lembaga kemanusiaan Turki yang mengkordinasi gerakan kafilah kapal kemanusiaan ke Gaza), di Fatih, Istanbul, dipenuhi sekitar 200 orang. Hadirin perempuan duduk di kantin. Hadir juga dalam ta’ziyah ini delegasi Indonesia dari KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), dan Sahabat Al-Aqsa. Ucapan simpati mereka diterima oleh kerabat Faruk Aktas dan Bahattin Yildiz. Namun para istri dan anak-anak keduanya tidak hadir.
Pekan lalu, sesudah beberapa hari mensurvei lokasi tanah bakal bangunan panti asuhan yatim serta tugas lainnya di Kunduz, Faruk dan Bahattin menumpang pesawat Pamir Airways menuju Kabul, yang tidak pernah sampai ke tujuannya. Pesawat yang terbang dari Kunduz itu jatuh di kawasan yang jaraknya 60 mil dari kota Kabul.
Pesawat itu dikabarkan membawa 38 orang penumpang ditambah 5 orang awak. Regu penyelamat sampai sekarang masih mencari lokasi jatuhnya pesawat di kawasan dekat dataran tinggi Salang Pass yang berketinggian sekitar 5 km di atas permukaan laut.
Faruk Aktas adalah manajer IHH untuk kawasan Asia, sedangkan Bahattin Yildiz adalah relawan IHH yang pernah ikut berjihad bersama Syeikh Abdullah Azzam melawan tentara penjajah Uni Soviet di Afghanistan.
Di lambung kapal utama kafilah ke Gaza yang bertolak dari pelabuhan Istanbul kemarin, terpasang dua spanduk besar masing-masing bertuliskan kedua nama syuhada itu, untuk ikut dibawa ke Gaza. [Dzikrullah, Santi Soekanto, Surya Fachrizal/hidayatullah.com]
Foto : Sahabatalaqsha.com & Hidayatullah.com