Hidayatullah.com– Delegasi Indonesia dalam Kafilah Kemanusiaan Freedom Flotilla untuk Gaza mengirim pres rilis, bahwa Surya Fachrizal masih ada di Israel. Kabar ini sangat berbeda dengan berita sebelumnya yang mengatakan, Surya Fachrizal sudah berada di Turki bersama relawan KISPA yang terluka Okvianto Emil Baharuddin.
Surya Fachrizal, yang juga wartawan Hidayatullah Media Groups, kini masih berada di Haifa, kawasan Palestina yang dijajah Israel.
Kabar ini datang dari Zainulbahar Noor, Duta Besar RI di Amman, Yordania, yang mengabarkan kepada seluruh anggota delegasi, bahwa beberapa saat yang lalu menjelang jam 11 waktu Yordania (jam 3 sore WIB) ia berbicara dengan Muhammad Siraj, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Yordania.
Siraj menyampaikan informasi kepada Zainulbahar Noor yang telah diterimanya dari Konsul Kerajaan Yordania di Tel Aviv yang berbicara langsung dengan dokter yang merawat Surya di rumah sakit Ramban, Haifa. Menurut laporan Siraj, Surya sudah menjalani operasi atas luka di dada dekat pundak kanannya kemarin.
Kondisinya sekarang stabil. Perdarahan sudah berhenti. Tube yang fungsinya mengeluarkan darah atau udara di luka dalam sudah dicabut. Tekanan darah normal. Pernapasan normal. Rencananya, hari ini akan dilakukan pemeriksaan x-ray untuk memastikan kondisi terakhir. Bila baik saja maka akan dievakuasi ke Yordania hari ini.
“Saya sangat gembira mendengar kabar langsung dari Pak Dubes (RI di Amman) ini, karena dilepasnya tube menandakan keadaan Surya sudah berbeda dengan saat kita terpaksa meninggalkan dia,” demikian dr Arief Rachman, MER-C.
Mencoba Rafah
Kabar baik mengenai kedua relawan peserta kafilah Armada Kebebasan dari delegasi Indonesia ini melengkapi kabar baik tentang bebasnya 10 orang warga Indonesia lainnya kemarin pagi dari penjara Israel bernama Bir Sheva dan kini sedang berada di Amman, Yordania.
Seluruh anggota delegasi sepakat mereka akan menunggu Surya dievakuasi ke Amman baru akan memutuskan langkah selanjutnya. “Kemungkinan besar kita akan ke Istanbul. Namun keputusan terakhir akan kita sampaikan nanti sesudah bermusyawarah,” kata Dzikrullah W Pramudya dari Sahabat Al-Aqsha.
Menurut Ferry Nur (KISPA), kembalinya delegasi kemanusiaan Indonesia untuk Gaza ke Istanbul sangat penting. “Untuk melakukan koordinasi dengan pihak IHH sebagai penyelenggara utama misi kemanusiaan ke Gaza, sekaligus mengambil barang-barang yang masih tertinggal di Istanbul. Kami juga harus menemui sahabat kami Okvianto.”
Pada saat yang sama, delegasi Indonesia menerima kabar dari berbagai sumber yang dipercaya, bahwa pintu perbatasan Rafah, Mesir menuju Gaza saat ini sudah dibuka oleh pemerintah Mesir. Kabar ini memunculkan keinginan para anggota delegasi untuk mencoba lagi masuk ke Gaza melalui Rafah.
“Amanah dari masyarakat Indonesia belum selesai dilaksanakan. Kami terus bermusyawarah mengenai hal ini dengan melibatkan pihak KBRI di Amman,” demikian kesepakatan seluruh anggota delegasi.
Seluruh anggota delegasi juga menyampaikan terima kasih kepada ayah dan ibunya masing-masing, seluruh anggota keluarga, tetangga, sahabat, rekan dan seluruh rakyat Indonesia yang tak henti-hentinya mendoakan dan mendukung mereka dalam segala situasi.
Seluruh anggota delegasi juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah memberi perhatian dan tindakan serius untuk memastikan keselamatan seluruh anggota delegasi. Pernyataan terima kasih ini disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dan seluruh jajarannya di Departemen Luar Negeri, Duta Besar RI di Amman Zainulbahar Noor beserta seluruh stafnya yang bekerja keras membentuk Unit Penanggulanga Krisis Korban Insiden Mavi Marmara di lantai 2 gedung KBRI Amman. [hidayatullah.com & Sahabat al Aqsha]