Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Pejabat Palestina Tolak Tekanan yang Dilakukan AS

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 29 Maret 2011 08:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang penasehat Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan Senin (28/3) bahwa Otoritas Palestina akan bersedia menghentikan bantuan keuangan dari AS daripada tunduk pada tuntutan AS agar Palestina menyerahkan hak mereka yang diakui secara internasional dalam ‘negosiasi’.

Pernyataan itu muncul setelah perundingan di akhir pekan kemarin antara Otoritas Palestina dan Partai Fatah yang dipimpin oleh Mahmoud Abbas yang saat ini menguasai Tepi Barat, dan Otoritas Palestina yang terpilih secara demokratis di Jalur Gaza, dikuasai Partai Hamas. Pembicaraan itu dimaksudkan untuk memulai kembali upaya kesatuan nasional antara dua faksi yang perundingannya telah gagal pada akhir tahun lalu.

Azzam Ahmed, penasehat Presiden Palestina Mahmoud Abbas, mengatakan kepada surat kabar Israel Ha’aretz, “Orang-orang Palestina butuh uang Amerika, tetapi jika mereka menggunakannya sebagai cara untuk menekan kita, kita siap untuk melepaskan bantuan itu.”

Para pejabat AS sebelumnya telah berusaha untuk menekan Fatah agar memutuskan semua hubungan dengan pihak Hamas yang terpilih secara demokratis, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Israel berkaitan serangan akhir-akhir ini terhadap penduduk sipil Israel oleh sayap bersenjata partai Hamas. Serangan terhadap warga sipil oleh pihak Hamas berakhir pada tahun 2005, dan  sejak itu partai mengecam serangan-serangan yang dilakukan oleh faksi lain perlawanan Palestina.

Hamas memenangkan pemilu demokratis di kedua wilayah Palestina (Tepi Barat dan Jalur Gaza) pada bulan Januari 2006, tetapi kemenangannya tidak diakui pemerintah Amerika Serikat dan Israel. Pada bulan Juni 2007, sebuah kudeta oleh pihak Fatah yang dipimpin oleh Mahmoud Abbas mengambil alih kekuasaan di Tepi Barat, sementara Hamas membentuk pemerintahan di Jalur Gaza, sehingga menciptakan dua Otoritas Palestina –satu di Tepi Barat, yang menerima bantuan uang AS dan dukungan Israel, dan satu di Jalur Gaza yang dianggap sebagai entitas teroris oleh Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Pertikaian antara dua faksi, yang memuncak pada akhir 2007 dan awal 2008, menyebabkan kematian lebih dari seratus Palestina dari kedua pihak. Kedua pihak kemudian bertemu untuk membentuk pemerintahan persatuan nasional, tetapi partai Fatah diminta untuk keluar dari pembicaraan perundingan dengan ancaman akan menghentikan dukungan keuangan untuk Otoritas Palestina, yaitu sekitar $ 200 juta per tahun. Bantuan ini merupakan sumber utama pendanaan untuk Otorita Palestina.

AS juga menuntut agar Otoritas Palestina Mahmoud Abbas melepaskan tuntutan kunci: negara Palestina dengan al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukotanya, hak kembalinya pengungsi Palestina ke rumah mereka yang dikuasai Israel, dan pelepasan 8.000 lebih tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Sebagaimana diketahui, baru-baru telah dirilis transkrip perundingan perdamaian, yang dikenal sebagai “Palestina Papers”, mengungkapkan bahwa para perunding Palestina dari pihak Fatah telah menawarkan konsesi yang belum pernah terjadi sebelumnya, berupa  menghentikan tuntutan atas sebagaian besar wilayah kota al-Quds dalam negosiasi dengan Israel, namun para perunding Israel menolak usulan itu.

Tersebarnya dokumen-dokumen itu menyebabkan krisis legitimasi untuk Abbas sebagai penguasa “Otoritas Palestina” di Wilayah Palestina, dan menyebabkan runtuhnya kabinet Otorita, dengan sebagian orang Palestina menyebut Abbas dan Otoritas Palestinanya sebagai pemerintah boneka Israel.

Sekarang, dengan pembicaraan damai yang gagal antara kedua faksi, Otorita Palestina Mahmoud Abbas telah menyatakan kesediaannya untuk bekerja dengan saingannya Hamas, membentuk pemerintah persatuan nasional dan mendorong negara Palestina merdeka yang meliputi wilayah Palestina dengan keadaan geografis yang dikontrol oleh pemerintah itu sendiri.*

Keterangan foto: Azzam Ahmed, penasehat Presiden Palestina Mahmoud Abbas

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Haramnya Tato dan Operasi Kecantikan
Tulisan selanjutnya Hukuman Mati Bagi Koruptor Harus Dipertahankan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Berita
29 Agustus 2026 14:04
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?