Hidayatullah.com—Awal pekan ini sekelompok pemukim Yahudi bersama pasukan Zionis menyerbu sebuah desa di kawasan utara kota Al Quds (Yerusalem) dan mempermalukan penduduknya, kata seorang pejabat Palestina setempat, lansir Maan (30/5/2012).
Penduduk desa Al Nabi Samwil sedang bekerja di ladang-ladang mereka Senin siang, saat pasukan Zionis dan pemukim Yahudi tiba di desa mereka.
Kelompok penjajah itu memaksa warga desa untuk menunjukkan kartu identitas mereka. Demikian kata Muhammad Tari, kepala kantor gubernuran setempat kepada Maan.
Tentara Zionis memerintahkan para pemuda desa menari sambil menyanyi dan mengatakan, “Saya cinta Israel.” Saat para penduduk menolak, maka mereka mendapat serangan fisik, kata Tari.
Menurut warga desa bernama Eid Barakat, polisi perbatasan Zionis adalah pihak yang bertanggungjawab atas penghinaan yang dialami penduduk, di mana sejumlah warga desa mengalami luka-luka.
Tari menambahkan, pemukim Yahudi juga mengejar-kejar para pemuda yang berusaha lari, serta menyerang pemuda 16 tahun Ahmad Barakat.
Seorang jurubicara tentara Zionis mengatakan bahwa mereka “tidak memiliki catatan terkait insiden itu.”
Sementara polisi perbatasan Zionis mengatakan akan mencari tahu tentang kejadian tersebut.
Tari menjelaskan, pemukim Yahudi sering menyerang desa Palestina, sebab mereka ingin merampas tanah-tanah milik penduduk.
Desa Al Nabi Samwil terletak di antara dinding pembatas yang di bangun Zionis dengan garis hijau perbatasan 1967 di wilayah Al Quds. Sekitar 200 orang Palestina tinggal di wilayah tersebut.
Umat Yahudi dan Zionis Israel selalu menganggap Al Quds sebagai ibukota negara Yahudi yang dijanjikan Tuhan kepada mereka.*