Hidayatullah.com—Pasca serangan penjajah Israel ke Gaza yang telah mengakibatkan hampir 2000 orang gugur membuat warga Gaza semakin berhati-hati menggunakan produk negara Yahudi dan pendukungnya.
“Kami tak ingin ada produk zionis di rumah kami,” ujar Muhammad Shawafita dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC), Selasa (05/08/2014).
Keputusan ini merupakan keputusan yang diambil pasca agresi zionis ke Gaza, ia tidak ingin mendanai peluru zionis dan artilerinya lewat konsumsi produk zionis.
Sebelum agrezi zionis ke Gaza, Shawafita tidak yakin terhadap seruan boikot produk Israel, dan selalu mengabaikannya.
Namun melihat pembantaian yang dilakukan zionis Israel di Gaza, saya yakin terlibat dalam membunuh anak-anak di Gaza dengan membeli produk Israel.
Shawafita menyerukan kepada segenap elemen bangsa Palestina, Arab dan relawan internasional untuk memBoikot ekonomi zionis Israel.
Serangan penjajah Israel ke Gaza terakhir telah menciptakan keyakinan penuh bahwa membeli produk Israel termasuk melibatkan diri dalam membunuh anak-anak, para wanita dan menghancurkan identitas Palestina.
Hal itu dinyatakan seorang warga lainnya, Munjid Abu Iwad, bahwa ia telah bertekad untuk memBoikot produk Israel sejak pekan pertama agresi zionis ke Gaza.
Abu Iwad berharap boikot produk Israel dilakukan segenap elemen Palestina, sehingga tak ada lagi yang membeli produk zionis Israel.
Jika pun terpaksa tak ada alternative produk dalam negeri, maka diusahakan untuk membeli produk negara sahabat, dan tetap memboikot produk Israel.
Gerakan pemboikotan produk Israel tidak hanya terjadi di Tepi Barat, saat ini segenap elemen Palestina termasuk para pegiat dunia maya, para pemuda menyerukan untuk memboikot produk-produk Israel.
Khalid Manshur, pegiat aksi boikot produk Zionis-Israel menyatakan, produk Israel menempati nomor dua setelah produk Amerika yang mendominasi pasar Palestina, yang mencapai 3 milyar USD, artinya jika tidak memboikot produk Israel, sama artinya dengan mendukung anggaran penjajah Israel, termasuk militernya yang membantai rakyat Palestina.
Ditambahkannya, kesuksesan aksi Boikott produk Israel, secara otomatis akan memukul perekonomian zionis, dan menghidupkan perekonomian Palestina, serta membuka lapangan kerja bagi ribuan warga Palestina.*