Hidayatullah.com—Sebuah laboratorium radiologi asal Swiss, hari Jumat (24/8/2012), mengatakan bahwa mereka sudah mendapatkan lampu hijau dari janda mendiang Yassir Arafat untuk memeriksa mayat pemimpin Palestina yang sudah dikubur dan akan segera terbang menuju Ramallah.
“kami menunggu surat resmi tertulis dari pengacara sebelum berangkat ke Ramallah untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata jurubicara laboratorium yang berada di Lausanne University Hospital Centre, Darcy Christen, kepada AFP.
Christen menjelaskan, waktu sangat penting dalam penyelidikan penyebab kematian Arafat itu, karena setiap 138 hari sisa-sisa jejak polonium –zat radioaktif yang diduga digunakan untuk meracuni Arafat– berkurang separuhnya. Wanita itu mengingatkan, pengurangan jejak polonium sudah terjadi 20 kali sejak Arafat dinyatakan meninggal dunia dalam usia 75 tahun pada 11 Nopember 2004.
Otoritas Palestina juga telah memberikan izin untuk pembongkaran makam Yassir Arafat guna mengambil sampel mayat yang akan diperiksa.
Polonium adalah zat radioaktif yang jarang ditemukan di luar lingkungan militer dan sains.
Polonium pernah digunakan untuk membunuh mantan mata-mata Rusia yang kemudian menjadi pengritik keras Kremlin, Alexander Litvinenko, yang tewas tahun 2006 setelah menyeruput minuman teh di sebuah hotel di London.
Arafat meninggal dunia di sebuah rumah sakit militer di Prancis setelah dirawat selama beberapa waktu. Pihak rumah sakit dan pemerintah Prancis hingga saat ini menolak untuk mengungkapkan kondisi kesehatan Yassir Arafat yang sesungguhnya selama dirawat dan apa penyebab kematian tokoh PLO itu. Prancis berlindung di balik undang-undang kerahasiaan.*