Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Sejak Lama Diincar Zionis, Jurnalis Al Jazeera Hossam Shabat Syahid dalam Pemboman ‘Israel’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 25 Maret 2025 06:29 6:29 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 25 Maret 2025 07:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Pemboman intens ‘Israel’ di Gaza pada Senin waktu setempat telah menyebabkan jurnalis Al Jazeera Hossam Shabat syahid.

Hossam, seorang jurnalis Al Jazeera Mubasher, menjadi syuhada setelah mobilnya dihantam oleh serangan udara ‘Israel’ di Beit Lahiya, Gaza utara pada Senin.

Salah satu koleganya di Al Jazeera, Tareq Abu Azzoum, mengungkapkan bahwa Hossam telah terluka akibat serangan ‘Israel’ namun “bersikeras untuk tetap bertugas” di Gaza.

Ini menjadikan Shabat sebagai jurnalis ke 251 yang dibunuh oleh penjajah ‘Israel’ dalam perang genosidanya di Gaza.

Melansir Zionism Observer, sejak Oktober tahun lalu, penjajah ‘Israel’ memasukkan Hossam ke dalam daftar pembunuhan ‘Israel’. Dia menjadi satu dari enam jurnalis Palestina yang dianggap sebagai ancaman oleh zionis.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

This is Hossam’s team, and we are sharing his final message :

“If you’re reading this, it means I have been killed—most likely targeted—by the Israeli occupation forces. When this all began, I was only 21 years old—a college student with dreams like anyone else. For past 18… pic.twitter.com/80aNO6wtfO

— حسام شبات (@HossamShabat) March 24, 2025

Dalam sebuah postingan di X, yang dibuat sebelum ia syahid, Shabat menulis, “Jika Anda membaca ini, itu berarti saya telah dibunuh – kemungkinan besar menjadi target – oleh pasukan pendudukan Israel.”

Shabat menulis bahwa selama 18 bulan terakhir perang, ia telah mendedikasikan “setiap momen” untuk rakyatnya.

“Saya mendokumentasikan kengerian di Gaza utara dari menit ke menit, bertekad untuk menunjukkan kepada dunia kebenaran yang mereka coba kubur. Saya tidur di trotoar, di sekolah, di tenda-tenda-di mana pun saya bisa. Setiap hari adalah pertempuran untuk bertahan hidup. Saya menahan lapar selama berbulan-bulan, namun saya tidak pernah meninggalkan orang-orang saya.”

“Saya meminta Anda sekarang: jangan berhenti berbicara tentang Gaza,” tambah Shabat. “Jangan biarkan dunia berpaling. Teruslah berjuang, teruslah menceritakan kisah kami – sampai Palestina merdeka.”

Sebelumnya pada hari Senin, serangan tentara Israel di Khan Younis, di selatan Gaza, juga menewaskan jurnalis Mohammad Mansour, yang bekerja untuk Palestine Today.

Abu Azzoum mengatakan bahwa Mansour terbunuh “di rumahnya … bersama istri dan putranya”, dalam sebuah serangan yang juga terjadi tanpa peringatan sebelumnya.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Adzan di Masjid Nabawi Telah Mengumandang selama 1.400 Tahun
Tulisan selanjutnya Lebih dari 3 Juta Jamaah Umrah Padati Masjidil Haram selama Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?