Hidayatullah.com—Wakil pimpinan Hamas hari Selasa (25/9/2012) mendesak Presiden Palestina Mahmud Abbas untuk mengakhiri koordinasi keamanan dengan Israel.
“Jika saya berada dalam posisi Abu Mazen [Mahmud Abba], saya akan mengakhiri koordinasi keamanan dengan Israel, yang membuat para pemukim [Yahudi] bisa mencaplok tanah-tanah Palestina sementara kita berdiri melihat mereka,” kata Musa Abu Marzuk dikutip Maan.
“Saya juga akan mengkaji ulang Protokol Paris, memastikan ekonomi Palestina tidak berada di bawah ekonomi Israel, melainkan didiukung oleh negara-negara Arab,” imbuhnya.
“Keadaan perekonomian di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem jauh lebih baik sebelum [perjanjian] Oslo,” tegasnya.
Mengomentaria usulan Israel yanga kan keluar dari Tepi Barat secara penuh, Abu Marzuk mengatakan bahwa rencana Israel itu “bukan hal baru.”
“Israel secara umum telah mengakhiri solusi dua negara dan berhenti bernegosiasi. Mereka mau sepenuhnya keluar dari Tepi Barat dengan meninggalkan sejumput lahan bagi rakyat palestina, dan area itu akan tetap berada di bawah kendali Israe,” jelasnya.
Israel, kata Abu Marzuk, pada esensinya sudah meninggalkan Perjanjian Oslo, dan meninggalkan hanya bagian-bagian yang menguntungkan Israel seperti masalah koordinasi keamanan dan Protokol Paris.
Perjanjian-perjanjian yang dibuat antara Palestina dan Israel, tidak ada yang dipatuhi oleh Zionis. Israel sama sekali tidak berkomitmen atas Perjanjian Oslo, sementara Palestina harus tetap terikat dengan pernjanjian itu, kata Abu Marzuk.
Selain itu, para penandatangan Perjanjian Oslo tidak ada yang mau mengakui kesalahan yang mereka buat dalam perjanjian itu, dan juga tidak mengoreksi kesalahan tersebut, imbuh Abu Marzuk.
“Yang mengkhawatirkan saya terkait pembatalan Oslo adalah bahwa penjajahan atas Jalur Gaza secara legal berakhir, sementara penjajahan secara praktis berlanjut di Tepi Barat,” kata Abu Marzuk.
Menurut petinggi Hamas yang berbasis di Kairo itu, proposal perundingan damai yang ditawarkan oleh partai di luar partai koalisi penguasa Israel, seperti yang diusulkan Partai Meretz, hanyalah usulan basa-basi yang merupakan propaganda Zionis Yahudi.*