Hidayatullah.com—Serangan udara besar-besaran militer Israel atas ibukota Jalur Gaza, Gaza City, pada hari Sabtu ini (17/11/2012) telah merusak gedung pusat pemerintah dan sebuah kantor polisi.
Jet-jet tempur Zionis membombardir rumah tempat tinggal para anggota Hamas di Rafah dan sebuah masjid yang terletak di kamp pengungsi Buraij. Lima orang warga sipil dilaporkan terluka dalam serangan itu.
Pesawat tempur Zionis juga melancarkan serangan bertubi-tubi di daerah antara Jalur Gaza dan Mesir di selatan Rafah. Tidak ada laporan mengenai korban luka dalam serangan yang menarget terowongan-terowongan bawah tanah itu.
Zionis juga membombardir lahan pertanian di Bait Lahiya dan Jabaliya, serta Khan Younis.
Serangan hari Jumat kemarin di Rafah telah menewaskan satu orang warga Palestina dan melukai dua orang lainnya. Sehingga menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi 29 orang di Jalur Gaza.
Serangan hari Jumat tersebut mengenai tiga orang laki-laki pengendara motor. Pemuda berusia 28 tahun Khalid Al Shayer meninggal dunia di tempat kejadian dan dua lainnya terluka parah, lapor Maan (17/11/2012). Jurubicara militer Zionis mengatakan, Al Shayer adalah anggota militan Palestina yang terlibat dalam operasi-operasi anti-tank melawan Israel.
Sebelum itu, Israel membom kamp pengungsi Al Maghazi di Gaza Tengah dengan target sejumlah pimpinan militer Hamas. Ahmad Abu Jalal (43 tahun), saudara laki-lakinya Majd Abu Jalal (33 tahun), Ziad Farhan Abu Jalal (23 tahun) dan Hasan Salim Hulei (27 tahun) meninggal dunia dalam serangan itu.
Serangan di atas merupakan kelanjutan dari serangan udara hari Kamis di berbagai tempat di Jalur Gaza, yang menewakan tiga orang warga Palestina.
Para saksi mengatakan, serangan udara Zionis terus berlanjut hingga saat ini. Petugas medis mengatakan 29 orang Palestina sudah tewas sejak hari Rabu kemarin (14/11/2012).*