Hidayatullah.com—Laporan internasional yang diterbitkan oleh “Gerakan Internasional untuk Membela Anak-anak” menunjukkan bahwa penjajah Zionis masih menahan 230 anak Palestina sampai bulan Februari 2014.
Bertepatan pada setiap tanggal 5 April diperingati “Hari Anak Palestina”, yang pada tahun ini, menurut gerakan, kondisi hak-hak anak di wilayah Palestina masih menghadapi sejumlah hambatan. Penjajah Zionis masih terus melakukan pelanggaran terhadap HAM dan hak-hak anak secara khusus.
Dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC) laporan ini menyatakan, setiap tahun terjadi penangkapan dan pengadilan terhadap sekitar 700 anak berusia antara 12-17 tahun.
Mereka mengalami interogasi dan penahanan dari militer Zionis dan polisi. Laporan ini juga dibenarkan oleh lembaga-lembaga internasional lainnya seperti UNICEF.
Rata-rata jumlah anak yang ditangkap selama tahun 2013 sebanyak 179 anak. Sementara itu jumlah anak yang ditahan di dalam penjara Zionis sampai bulan Februari tahun 2014 ini sebanyak 230 anak.
Sementara itu jumlah anak Palestina yang meninggal ditembak pasukan Zionis tahun 2013 lalu sebanyak lima anak dan sejak awal tahun 2014 ini sudah dua anak. Terakhir yang menjadi korban adalah bocah Yusuf Syawamira dari Deir Asl di Hebron, yang meninggal dunia saat berusaha mencari makan.
“Penjajah Zionis masih terus merampas hak-hak anak untuk hidup dengan aman. Itu dilakukan dengan penyerbuan rumah-rumah dan perintah penghancuran serta kebijakan pembersihan etnis di komunitas-komunias badui di berbagai wilayah di Palestina, di samping di wilayah al Quds di mana yahudisasi terus berlanjut, dengan menghalangi kehidupan mereka sehari-hari, “ demikian tulis laporan.*