Hidayatullah.com–Kementrian Kesehatan Palestina di Tepi Barat, hari Ahad (11/10/2015) mengumumkan seorang bocah Palestina bernama Ahmad Abdullah Syirakah (13 tahun) gugur beberapa saat setelah terkena tembak pasukan Zionis di kepalanya. [Baca: Lagi, Anak 13 Tahun Syahid di Tepi Barat]
Sebelumnya di Jalur Gaza, seorang ibu hamil dan bayinya gugur, sementara suami dan tiga anaknya terluka, dalam serangan udara yang dilancarkan pesawat tempur penjajah Zionis, yang menarget rumah mereka di kampung Zaitun di Gaza Ahad pagi. [Baca: Pesawat Zionis Serang Gaza, Ibu Hamil dan Putranya Syahid]
Di samping tiga korban yang syahid, puluhan lainnya terluka dalam aksi serangan yang dilancarkan pesawat Zionis dan berbagai konfrontasi yang berlangsung di berbagai penjuru Tepi Barat, al Quds dan Jalur Gaza. Sehingga jumlah korban yang gugur hingga hari ke-11 Intifada al Quds (Intifada Baitul Maqdis) menjadi 24 syahid dan lebih dari 1300 lainnya luka-luka.
Menurut data Kementrian Kesehatan dikutip PIC, 24 korban yang meninggal sejak meletus Intifadhah Al Quds dari awal Oktober, 13 dari mereka berasal dari Tepi Barat dan al Quds dan 11 dari mereka berasal dari Jalur Gaza.
Berdasarkan data yang dihimpun PIC, di antara korban ada seorang wanita dan 6 bocah. Di Jalur Gaza ada korban seorang bocah berusia 13 tahun dan seorang bayi berusia 2 tahun. Sementara di Tepi Barat ada 4 orang bocah mulai berusia 11 hingga 17 tahun.
Forum peduli tawanan Palestina di Al-Quds menyebutkan, selama 10 hari penjajah Israel telah menangkap 107 pemuda Al-Quds, berusia antara 12 sampai 20 tahun.
Penangkapan meningkat di kota Al-Quds selama 10 hari belakangan, disebabkan bentrokan hampir setiap hari di Al-Quds, dan beberapa orang gugur syahid.
Kota Al-Quds berubah menjadi barak militer, tak ada yang berkeliling selain geromolan Yahudi, sementara warga Palestina khawatir menjadi sasaran penangkapan ataupun dianiaya gerombolan Yahudi.*