Hidayatullah.com–Perusahaan yang menyediakan makanan untuk pasien di Rumah Sakit Al-Syifa, Gaza, di Jalur Gaza yang terkepung telah berhenti melayani layanan kesehatan karena mereka belum membayar berbulan-bulan, demikian juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina, Dr Ashraf Al-Qidra mengungkapkan pada Senin, (18/12/2017).
Dikutip dari Middle East Monitor, Ashraf Al-Qidra mengatakan bahwa pemerintah persatuan di Ramallah yang dijajah belum memenuhi pembayaran katering perusahaan.
“Ratusan pasien sekarang tanpa makanan,” kata Al-Qidra, menambahkan bahwa pihak Kementerian Keuangan Palestina tidak menanggapi permintaan yang dibuat berminggu-minggu yang lalu untuk menyelesaikan iuran perusahaan.
Dia mengatakan bahwa pasien di rumah sakit di Gaza membutuhkan 86.000 makanan per tahun dengan biaya 6 juta shekel ($ 1,7 juta).
Tahun lalu, Gaza tidak bisa menutupi biaya makanan dan memperoleh dana dari badan amal.
Di sisi lain, kata Dr. Asyraf Al-Qudrah, Jalur Gaza akhir-akhir ini sedang menghadapi eskalasi gelombang serangan penjajah Zionis sehingga menyebabkan bertambahnya jumlah pasien di sejumlah rumah sakit di Gaza.*/Sirajuddin Muslim