Hidayatullah.com–Sebuah Video berdurasi dua menit dan 53 detik dirilis oleh TV Al-Jazeera (15/11/2015) memperlihatkan kehidupan rakyat Palestina di Kota Khalil.
“Daerah ini menyuguhkan kepada kita dua model kehidupan yang berdampingan. Satu pihak hidup dengan normal, sedang lainnya memprihatinkan,” terang Al Jazeera saat meliput kehidupan di Sector H1 dan Sector H2, Kota Khalil, Palestina.

Jumlah warga Palestina di Kota Khalil adalah mayoritas. Sebanyak 300 Ribu Jiwa. Sedangkan pemukim Ilegal Yahudi hanya 500 penduduk saja.
Namun, berkat sokongan militer penjajah Zionis yang menguasai kota tersebut, kehidupan warga mayoritas terkukung oleh minoritas.
“Mereka memutus aliran gas, juga saluran air ke rumah-rumah kami. Jika kami berani menghina mereka, mereka tidak segan segan menyerang kami,” terang seorang warga Palestina yang rumahnya diawasi oleh tentara Zionis dari tiga penjuru.
“Tentara Zinois berbuat semau mereka. Sering anak-anak kami tidak dapat belajar, karena mereka menutup paksa Sekolah selama dua bulan,” terang warga lainnya.
Di tengah melakukan liputan, kamera Al Jazeera terkena lemparan batu Pemukim Ilegal Yahudi. Disusul serangan bom gas yang mengenai salah seorang kru. Memaksa mereka segera pergi dari lokasi.
“Bahkan kami tidak sanggup bertahan selama satu jam. Namun demikian lah kehidupan yang dijalani oleh Warga Palestina di Kota ini selama 40 tahun lamanya,” pungkas Al-Jazeera.*