Hidayatullah.com—Sekitar seribuan warga Muslim Kabupaten Purwakarta dari berbagai elemen menghadiri deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), Ahad (15/11/2015).
Deklarasi bertema “Memperkokohkan Persatuan dan Kesatuan untuk Mencegah Perkembangan Paham Syiah di Purwakarta” ini berlangsung di aula Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Purwakarta.
Seperti deklarasi di berbagai kota, deklarasi kali ini juga mendapat dukungan elemen ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Al Irsyad, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).
Dalam sambuatannya KH.Athian Ali selaku Ketua Umum ANNAS kembali menegaskan bahwa terbentuknya ANNAS di berbagai kota, sejatinya sebagai upaya kaum muslimin untuk membantu pemerintah, termasuk aparat keamanan dalam menjaga keutuhan NKRI.
Ia menambahkan, ANNAS sebagai salah satu elemen masyarakat ingin memberi contoh sebagai warga negara yang taat undang-undang dan tidak main hakim sendiri terhadap upaya merorong pemerintah oleh pihak yang luar termasu kelompok Syiah.
“Jika ada kelompok atau perorangan yang tidak setuju dengan deklarasi ini, mungkin mereka memang belum mengenal Syiah atau belum mengenal Islam secara utuh sehingga dapat membedakan antara Syiah dan Islam. Kalau mereka sudah kenal Syiah dan dapat membedakan dengan Islam maka saya jamin insya Allah , mereka tidak akan menolak deklarasi ini,” tandasnya.
Sementara itu usai dikukuhkan sebagai Ketua ANNAS Kabupaten Purwakarta, Drs. KH.Dadang Mustafa Kamil,SH, MSi dalam orasinya menyampaikan bahwa perlawanan kepada paham Syiah dilakukan karena dianggap sebagai ancaman akidah yang bisa menyebabkan seorang muslim jatuh kafir jika berpaham Syiah. Selain itu Syiah juga bisa dianggap sebagai ancaman NKRI karena adanya paham Al Wilayah.
“Adapun penganutnya tidak untuk dibenci, tetapi harus di dakwahi dengan cara yang hikmah. Agar mereka kembali ke jalan yang benar yakni Islam. Sementara saudara-saudara kita yang Sunni, kita jaga, agar tidak tersyiahkan,” ujar disambut pekikan tabir hadirin.
Dadang Mustafa juga mengakui sesuai dengan pengalamannya selama ini bahwa di daerah Purwakarta pun sudah ada benih-benih Syiah. Ia menyebut beberapa lembaga atau perkumpulan serta lokasinya yang terindikasikan menganut paham Syiah.
Meski demikian ia yakin dengan adanya ANNAS yang di dalamnya terdapat elemen ormas Islam, akan mampu membendung dan menangani tumbuhnya paham Syiah di wilayahnya.
“Sekali lagi saya tegaskan,kita tidak akan membawa konflik di Suriah ke sini. Kami mengajak mari rapatkan barisan menjaga wilayah Purwakarta dari paham Syiah,”tegasnya.
Selain deklarasi tingkat kabupaten juga mengukuhkan kepengurusan ANNAS tingkat kecamatan yang terdiri dari 17 kecamatan se-Kabupaten Purwakarta. Sebelumnya beredar kabar ditengah masyarakat bahwa deklarasi ANNAS dibatalkan karena tidak menjadi ijin dari aparat kepolisian maupun pemerintah Kabupaten Purwakarta. Namun hal ini dibantah oleh Ketua ANNAS Kabupaten Purwakarta,KH.Dadang Mustafa Kamil. Menurutnya kabar tersebut bohong belaka dan hanya ingin menggagalkan deklarasi tersebut.
“Kata siapa batal? Buktinya sekarang kita deklarasikan dengan aman dan lancar. Bohong saja jika ada kelompok pengganggu yang akan membubarkan acara dan membuat Purwakarta tidak kondusif. Kalau Bupati atau yang mewakili tidak bisa hadir mungkin ada keperluan yang lebih mendesak,”jelasnya.
Hal senada juga dibantah pihak kepolisian, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Purwakarta AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko melalui Kapolsek Purwakarta Kota Kompol H Agus Suryana SH membantah adanya isu tersebut. Menurutnya selama kegiatan tersebut positif dan tidak menganggu masyarakat serta sesuai undang-undang Negara maka tidak ada alasan kepolisian untuk melarangnya.
“Saya kira tidak ada larangan. Anda bisa saksikan saya hadir disini hingga selesai,”tegasnya usai acara kepada awak media.*