Hidayatullah.com–Para pengamat angkat bicara merespon rillis terbaru sayap militer Harakah Al-Muqwamah Al-Islamiyah (Hamas) Brigade Izzudin al Qassam yang menyebarkan foto-foto dokumenter Ghilad Salit semasa penyembunyian (Juni 2006- Desember 2011).
Menurut mereka hal itu adalah bagian dari perang media (Gazwul Fikr) terhadap Zionis-Israel. Dan pertanda bahwa pertukaran tahanan berikutnya tidak lama lagi akan terjadi. Demikian lansir Al Jazeera, Jum’at (01/01/2016).
Seorang pengamat tentang zionis dan politik Israel, Adnan Abu Amir mengatakan bahwa disebarkannya foto tersebut bermuatan pesan sesuatu yang tidak biasa, yaitu perlakukan yang baik Brigade al Qassam terhadap tawanan serdadu Zionis. Hal itu dimaksudkan untuk menekan pemerintahan penjajah.
Salah satu foto tersebut memperlihatkan Ghilad Salit bersama dengan seorang mujahid yang selama lima tahun membersamainya di tempat persembunyian, dia adalah Komandan Syahid, Abdurrahman Shaleh Al Mubasher. Pada hari Senin (28/12/2015), Komandan
Abdurrahman syahid dalam sebuah penggalian trowongan di Khan Yunis, Gaza. [Baca: Al Qassam Merilis Foto-Foto Masa Penahanan Ghilad Salit]
Pada foto tersebut, Keduanya nampak tersenyum dan berada di sebuah kamar, layaknya kamar pada umunya, dan bukan di trowongan bawah tanah yang selama ini disangka banyak pihak.
“Boleh jadi ini adalah cara yang digunakan oleh al Qassam untuk menekan Intelejen Zionis-Israel. Dan bermuatan pesan berupa penawaran terbaru al Qassam untuk menukar tawanan Zionis dengan keluarga mereka (rakyat Palestina- rep),” terang Adnan.
Sebagaimana diketahui, Ghilad Salit diculik oleh al Qassam dalam sebuah operasi khusus pada Juni 2006. Setelah disembunyikan selama lima tahun, akhirnya pada Oktober dan Desember 2011, Ghilad Salit dibebaskan dan ditukar dengan 1050 tawanan rakyat Palestina yang sudah lama mendekam di penjara Zionis.
Selama Perang Ashful Ma’kul tahun 2014 silam, al Qassam kembali berhasil menawan seorang serdadu Zionis bernama Shaul Aaron. Sedang Zionis tidak mengakuinya. [Baca: Zionis Israel Mengakui Seorang Prajuritnya Hilang di Gaza]
Belum lama ini, dalam peringatan ke-28 tahun kelahiran HAMAS, pihaknya menyampaikan bahwa penukaran tawanan tidak lama lagi akan terjadi.
“Teruntuk keluarga kami, para pejuang yang kini tertawan. Tenanglah, di belakang kalian ada pasukan yang memegang teguh wasiatnya. Hingga kini mereka masih memegang teguh janji tersebut. Mereka akan membebaskan kalian dalam waktu dekat dengan izin Allah!” tegas al Qassam di hadapan rakyat Syuja’iyah, Gaza. [Baca: Al Qassam: Pembebasan Para Tawanan Tidak Lama Lagi]*