Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Curi Ratusan Ternak milik Badui Arab

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 13 Maret 2025 10:30 10:30 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 13 Maret 2025 11:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Para pemukim ‘Israel’ bersenjata api mencuri ratusan domba dari sebuah komunitas Badui di Lembah Yordan, kata penduduk setempat. Selain mencuri ternak, gerombolan pemukim juga melakukan aksi pemukulan.

Serangan pemukim ilegal ‘Israel’ telah meningkat sejak genosida Gaza dimulai pada Oktober 2023, tetapi para saksi mata mengatakan bahwa skala insiden hari Jumat di dekat Ein Al-Auja, sebelah utara Yerikho di Tepi Barat yang diduduki Israel, jauh melampaui apa pun yang pernah disaksikan sebelumnya.

“Ini adalah yang terbesar yang pernah terjadi,” kata Hani Zayed, seorang penduduk setempat, yang kehilangan 70 ekor domba dalam serangan pemukim tersebut. Melapor polisi pun tidak berhasil mengakhiri serangan yang telah terjadi selama bertahun-tahun ini.

“Polisi (Israel) tidak melakukan apa-apa, mereka tidak pernah membantu kami dalam hal apapun. Jika Anda memberi tahu mereka bahwa pemukim tersebut mengambil domba Anda, mereka akan bertanya, ‘Apakah Anda yakin itu milik Anda?

Penduduk setempat mengatakan sekitar 1.500 domba dan kambing diambil oleh para pemukim, yang membawa hewan-hewan tersebut dari desa di bawah pengawasan polisi dan tentara atau mengangkutnya ke dalam truk-truk bak terbuka.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Lembah Yordan, daerah yang relatif jarang penduduknya dan dekat dengan Sungai Yordan, kini berada di bawah ancaman ‘Israel’ yang ingin mencaplok tanah mereka.

Bagi banyak penggembala Badui, kehilangan kawanan ternak berarti kehilangan mata pencaharian. Seperti banyak warga Palestina lainnya, para penggembala semi-nomaden di Ein Al-Auja percaya bahwa tujuan yang lebih besar adalah untuk memaksa mereka keluar dari tanah tersebut untuk memungkinkan pengambilalihan penuh dan pencaplokan ilegal oleh ‘Israel’.

Dipicu oleh spekulasi bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang telah mencabut sanksi terhadap para pemukim ekstremis, akan memberikan lampu hijau bagi pencaplokan penuh Tepi Barat, para menteri ‘Israel’ telah berbicara secara terbuka mengenai pengambilalihan penuh wilayah yang direbut oleh negara apartheid tersebut dalam Perang Enam Hari 1967 dan diduduki secara ilegal sejak saat itu.

“Tujuan dari serangan-serangan ini adalah untuk mengosongkan daerah ini dari penduduknya,” kata Musa Abayat, yang tinggal bersama ayah mertuanya di kamp tersebut. “Ini adalah satu-satunya sumber mata pencaharian.”

Keluarga-keluarga Badui mengatakan insiden hari Jumat dimulai sekitar pukul 21.00 waktu setempat (1900 GMT) ketika para pemukim ‘Israel’ menggiring beberapa domba mereka ke perkemahan Badui dan menelepon polisi, menuduh orang Badui itu melakukan pencurian.

Puluhan pemukim bersenjata dengan truk-truk bak terbuka tiba bersama polisi dan tentara yang, kata orang Badui itu, berdiri atau ikut serta ketika para pemukim merangsek masuk ke rumah-rumah penduduk dan menggiring domba dan kambing keluar dari kandang.

“Kami sangat ketakutan ketika para pemukim menyerang,” kata Nayfeh Salameh, seorang ibu dari lima anak. “Anak-anak melompat dari tempat tidur ketika mereka mendengar teriakan dan suara para pemukim. Itu adalah horor bagi mereka.”

Para aktivis dari kelompok hak asasi manusia Israel, Mistaclim (“Melihat Pendudukan di Mata”), yang telah mempertahankan titik pemantauan permanen setelah serangan-serangan sebelumnya, memfilmkan domba-domba dan kambing-kambing yang digiring pada malam hari. “Semuanya terjadi dengan sangat cepat,” kata Gili Avidor, seorang sukarelawan Israel dari kelompok tersebut.

Ia mengatakan bahwa para pemukim bertopeng dengan belasan kendaraan mengikuti mobil-mobil polisi ke dalam perkemahan. Dia melihat para pemukim memasuki rumah-rumah dan kemudian menggiring ratusan domba keluar dari kandang dan membawanya pergi. “Mereka mencuri semuanya.”

Naif Tarif, yang mengatakan bahwa ia kehilangan 250 domba dalam serangan tersebut, menunjukkan bahwa penduduk mencoba mengajukan keluhan kepada polisi tetapi menunggu berjam-jam sebelum disuruh kembali keesokan harinya, dan hanya satu orang yang diizinkan untuk berbicara dengan polisi tentang kehilangannya sendiri. “Domba-domba ini adalah nyawa kami,” katanya.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Badui Arabisraelpemukim ilegalpemukim Yahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Berupaya Beli 5.000 Drone Bunuh Diri
Tulisan selanjutnya Insiden Islamofobia di Australia Melonjak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Berita
31 Agustus 2026 06:08
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?