Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Ribuan Warga Ramallah Pawai Tuntut Mahmoud Abbas Diadili

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Maret 2017 16:31 4:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Maret 2017 16:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Ribuan warga di  Ramalah melakukan pawai besar-besaran hari Senin (13/3/2017) sore guna memprotes tindak represif aparat keamanan Otoritas Palestina terhadap aksi unjuk rasa damai di depan pengadilan di al-Birah, hari Ahad (12/3/2017), yang mengecam koordinasi keamanan antara aparat keamanan Otoritas Palestina dengan penjajah Zionis.

Menurut sumber-sumber Palestina, para peserta pawai di Ramallah yang bekeliling di jalan-jalan Ramallah ini menuntut agar Presiden Otoritas Palestina Palestina dukungan Amerika dan Israel, Mahmoud Abbas diadili.

Mereka juga menuntut dihentikannya koordinasi keamanan dengan penjajah Zionis dan dihentikan tindakan yang memburu dan menangkap para pejuang Palestina.

Para perserta pawai meneriakkan yel-yel yang memuji Basil A’raj dan menuntut pengadilan atas presiden Abbas. Mereka menuntut diturunkannya kekuasaan militer. Media-media menyebut ini merupakan pawai terbesar sejak beberapa tahun.

Petinggi Gerakan Jihad Islam di Tepi Barat Syeikh Said Nakhlah menegaskan bahwa berlanjutnya kebijakan represif dan serangan aparat keamanan yang mengancam kekacauan sengit ini tidak bisa diprediksi oleh siapapun hasilnya.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Baca:  “Mahmud Abbas, Anda Jangan Menonton Kekejaman Israel!”

Nakhlah memperingatkan pemerintah Otoritas Palestina akan kemarahan sengit masyarakat yang bisa merubah semua yang terjadi di lapangan. Dia menyerukan kepada aparat keamanan agar menghentikan tindakan-tindakan represif dan memburu para pejuang perlawanan serta agar mengakhiri koordinasi keamanan dengan penjajah Zionis.

“Berlanjutnya tindakan ini bisa menimbulkan kekacauan. Karena koordinasi keamanan dengan penjajah Zionis ibarat tali yang jeratkan ke leher rakyat Palestina,” ujar Syeikh Said Nakhlah dikutip PIC.

Sebelumnya, hari Sabtu, Mahmoud Abbas, diundang Donald Trump mengunjungi Gedung Putih  untuk membahas dimulainya kembali ‘perundingan perdamaian’ istilah yang paling sering digunakan AS dan Israel untuk mengulur-ulur panjajahan di tanah Palestina.

“Kami siap untuk berurusan dengan Presiden Trump dan pemerintah Israel untuk melanjutkan perundingan. Jika Israel siap, Presiden Abbas telah berkomitmen pada dirinya untuk kesepakatan damai dengan Presiden Trump,” kata Juru bicara pihak Mahmoud Abbas,  Nabil Abu Rdeneh Abu Rdeneh seperti dikuip dari Sky News, Sabtu (11/3/2017).

Baca:  “Mahmud Abbas, Anda Jangan Menonton Kekejaman Israel!”

Sebelumnya faksi-faksi dan lembaga-lembaga profesi Palestina mengecam keras tindakan represif aparat Otoritas Palestina di Ramallah terhadap aksi unjuk rasa di depan kompleks pengadilan di kota, untuk mengecam dan menolak pengadilan atas mendiang Nabil A’raj dan kawan-kawannya.

Seperti diketahui, Mahmoud Abbas adalah komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), organisasi pembebasan Palestina yang sekular, yang lebih dekat dengan Israel dan Amerika.

Sumber lokal menyebutkan, sejumlah demonstran menuntut aparat mengadili presiden Mahmoud Abbas atas kebijakanya yang dinilai sangat merugikan rakyat.

Mereka juga meminta agar Abbas segera menghentikan koordinasi keamanan dengan pihak penjajah Israel dan berhenti dari aksinya menangkap para aktivis pejuang Palestina.

Rakyat Ramalah menilai, tindakan Mahmoud Abbas adalah tindakan-tindakan bodoh yang tidak mendatangkan keuntungan rakyat Palestina, justru keuntungan bagi penjajah Zionis, ungkapnya.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KGBMahmoud AbbasMahmud Abbasmata-mataOtoritas Palestinapalestinapenjajah zionisPLOPresiden PalestinaWarga Ramallah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Sikap GP Ansor, PP Al-Anwar I Tegaskan Haram Pemimpin Non-Muslim
Tulisan selanjutnya Balas Belanda, Turki Larang Masuk Dubes dan Pesawat Belanda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?