Hidayatullah.com- Ribuan warga di Ramalah melakukan pawai besar-besaran hari Senin (13/3/2017) sore guna memprotes tindak represif aparat keamanan Otoritas Palestina terhadap aksi unjuk rasa damai di depan pengadilan di al-Birah, hari Ahad (12/3/2017), yang mengecam koordinasi keamanan antara aparat keamanan Otoritas Palestina dengan penjajah Zionis.
Menurut sumber-sumber Palestina, para peserta pawai di Ramallah yang bekeliling di jalan-jalan Ramallah ini menuntut agar Presiden Otoritas Palestina Palestina dukungan Amerika dan Israel, Mahmoud Abbas diadili.
Mereka juga menuntut dihentikannya koordinasi keamanan dengan penjajah Zionis dan dihentikan tindakan yang memburu dan menangkap para pejuang Palestina.
Para perserta pawai meneriakkan yel-yel yang memuji Basil A’raj dan menuntut pengadilan atas presiden Abbas. Mereka menuntut diturunkannya kekuasaan militer. Media-media menyebut ini merupakan pawai terbesar sejak beberapa tahun.
Petinggi Gerakan Jihad Islam di Tepi Barat Syeikh Said Nakhlah menegaskan bahwa berlanjutnya kebijakan represif dan serangan aparat keamanan yang mengancam kekacauan sengit ini tidak bisa diprediksi oleh siapapun hasilnya.
Baca: “Mahmud Abbas, Anda Jangan Menonton Kekejaman Israel!”
Nakhlah memperingatkan pemerintah Otoritas Palestina akan kemarahan sengit masyarakat yang bisa merubah semua yang terjadi di lapangan. Dia menyerukan kepada aparat keamanan agar menghentikan tindakan-tindakan represif dan memburu para pejuang perlawanan serta agar mengakhiri koordinasi keamanan dengan penjajah Zionis.
“Berlanjutnya tindakan ini bisa menimbulkan kekacauan. Karena koordinasi keamanan dengan penjajah Zionis ibarat tali yang jeratkan ke leher rakyat Palestina,” ujar Syeikh Said Nakhlah dikutip PIC.
Sebelumnya, hari Sabtu, Mahmoud Abbas, diundang Donald Trump mengunjungi Gedung Putih untuk membahas dimulainya kembali ‘perundingan perdamaian’ istilah yang paling sering digunakan AS dan Israel untuk mengulur-ulur panjajahan di tanah Palestina.
“Kami siap untuk berurusan dengan Presiden Trump dan pemerintah Israel untuk melanjutkan perundingan. Jika Israel siap, Presiden Abbas telah berkomitmen pada dirinya untuk kesepakatan damai dengan Presiden Trump,” kata Juru bicara pihak Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rdeneh Abu Rdeneh seperti dikuip dari Sky News, Sabtu (11/3/2017).
Baca: “Mahmud Abbas, Anda Jangan Menonton Kekejaman Israel!”
Sebelumnya faksi-faksi dan lembaga-lembaga profesi Palestina mengecam keras tindakan represif aparat Otoritas Palestina di Ramallah terhadap aksi unjuk rasa di depan kompleks pengadilan di kota, untuk mengecam dan menolak pengadilan atas mendiang Nabil A’raj dan kawan-kawannya.
Seperti diketahui, Mahmoud Abbas adalah komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), organisasi pembebasan Palestina yang sekular, yang lebih dekat dengan Israel dan Amerika.
Sumber lokal menyebutkan, sejumlah demonstran menuntut aparat mengadili presiden Mahmoud Abbas atas kebijakanya yang dinilai sangat merugikan rakyat.
Mereka juga meminta agar Abbas segera menghentikan koordinasi keamanan dengan pihak penjajah Israel dan berhenti dari aksinya menangkap para aktivis pejuang Palestina.
Rakyat Ramalah menilai, tindakan Mahmoud Abbas adalah tindakan-tindakan bodoh yang tidak mendatangkan keuntungan rakyat Palestina, justru keuntungan bagi penjajah Zionis, ungkapnya.*