Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Pernyataan Yayasan Al-Quds Internasional terkait Larangan Shalat Jumat Zionis-Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Juli 2017 07:40 7:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Juli 2017 07:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Yayasan Al-Quds Internasional, memberikan pernyataan resmi terkait pelarangan shalat Jumat di Masjidil Aqsha oleh Zionis-Israel dan aksi heroik tiga pemuda Palestina.

Dalam pernyataan yang dimuat dalam  laman alquds-online.org berbahasa Arab, Yayasan Al-Quds Internasional mengatakan, sejak Israel menjajah Palestina hinggal tahun 1996 mereka belum pernah berani menutup Masjid Al-Aqsha untuk warga Muslim

Pada hari Jumat pagi tiga pemuda warga Palestina melakukan aksi heroik dengan melepaskan tembakan kepada tentara Israel yang menyebabkan telukanya satu orang dari mereka dan menewaskan dua lainnya. Adapun ketiga pemuda pemberani tesebut semuanya mati syahid.

Kejadian itu bermula ketika tiga pemuda tersebut baku tembak dengan tentara Israel di pintu gerbang yang dinamakan Huttah (salah satu pintu gerbang menuju komplek Masjid Al-Aqsha yang terletak di pagar  sebelah utara).

Baca: Zionis Israel Larang Shalat Jumat dan Tahan Mufti Agung Al-Quds

Kemudian tentara Israel mengejar ketiga pemuda itu hingga akhirnya mereka masuk ke bagian dalam Masjid dan terjadilah baku tembak antara mereka dan tentara penjajah yang bermarkaz di areal Masjid.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Keputusan pihak penjajah untuk menutup Masjid Al-Aqsha yang disampaikan di hadapan umat Islam yang melaksanakan shalat di dalam Masjid Al-Aqsha hari Jumat lalu merupakan keputusan yang berbahaya dan penghinaan bagi umat Islam sendiri.

Sejak pertama kali penjajah melarang shalat tahun 1969, mereka belum pernah berani menutup Masjid Al-Aqsha untuk warga Muslim. Oleh karena itu harus diadakan aksi penolakan besar-besaran terhadap keputusan ini sehingga pihak penjajah tidak terbiasa membuka atau menutup Masjid Al-Aqsha kapanpun mereka mau.

Aksi penolakan ini sebagai perlawanan atas kejahatan Israel yang sangat membahayakan Masjid Al-Aqsha. Diantara ulah mereka akhir-akhir ini adalah:

Pemberian izin bagi anggota Knesset (Parlemen Israel) untuk memasuki Masjid Al-Aqsha secara paksa setelah sebelumnya mereka dilarang masuk oleh pemerintah akibat bergolaknya gerakan Intifada al-Aqsha pada bulan Oktober 2015.

Baca: Tiga Pemuda Palestina Syahid Pasca Baku Tembak dalam Aksi Bela Masjidil Aqsha

Jajaran pemerintah Israel mengklaim adanya kampanye hasutan terhadap Masjid Al-Aqsha. Salah satunya adalah Menteri Perindustrian Israel, Uri Ariel yang mengajak untuk memasuki Al-Aqsha secara paksa dan intensif.

Beberapa anggota Knesset mengajukan rancangan keputusan pemberian izin bagi umat Yahudi untuk beribadah di dalam Masji Al-Aqsha.

Semakin maraknya aksi penerobosan Al-Aqsha dilihat dari banyaknya jumlah pendatang yahudi ekstremis yang melakukannya diaman jumlah mereka mencapai 1391 orang selama bulan Juni lalu.

Kebanyakan aksi tersebut dilakukan selama bulan Ramadhan. Para penerobos dalam melakukan aksinya selain memakai pengeras suara, mereka juga menutup pintu Masjid di hadapan kaum Muslimin yang sedang beribadah di dalam Masjid. Di samping itu mereka juga menganjurkan para pendatang untuk melakukannya kembali. Semua itu terjadi di saat para penjajah merasa bahwa hampir tidak ada reaksi dari Muslimin yang ada disitu.

Dijadikannya Masjid Al-Aqsha sebagai tempat dihelatnya akad pernikahan orang Yahudi bulan lalu.

Berlanjutnya tindakan politik untuk menyingkirkan para penjaga dari Masjid Al-Aqsha dan mengosongkannya dari Muslimin yang melaksanakan shalat di dalamnya.

Baca: Inilah Rincian Aksi Bela Masjidil Aqsha

Tindakan penekanan terhadap para murabithin (pejuang penjaga masjid Al Aqsha) baik laki-laki dan perempuan serta para siswa-siswi Halaqah Al-Ilmi. Selain itu mereka dianggap calon teroris oleh Zionis sehingga mereka dilarang untuk memasuki Masjid Al-Aqsha.

Perlu diketahui bahwa penjajah Zionis Israel tidak pernah menghiraukan kehormatan Masjid Al-Aqsha. Hampir setiap bulan bahkan setiap minggu terjadi penembakan di sekeliling Masjid Al-Aqsha. Fasilitas-fasilitasnya dirusak dan mereka selalu mengganggu orang yang melaksanakan shalat di dalamnya.

Keterpaksaan tiga pemuda Palestina untuk melepaskan tembakan di dalam Masjid Al-Aqsha merupakan sebuah aksi untuk mempertahankan Masjid yang merupakan tanah suci ketiga bagi umat Islam. Sebab para penjajah menjadikan warga Palestina sebagai tameng untuk melindungi mereka.

Perlu diperhatikan, bahwa situasi yang sangat sulit yang dialami warga Palestina dibawah jajahan Zionis-Israel-lah yang memaksa tiga pemuda ini melakukan aksi heroik.

Adapun dipilihnya hari Jumat sebagai waktu pelaksanaan aksi heroik tadi merupakan sebuah indikasi, yaitu tindakan penjajah melarang warga yang berusia di bawah 45 tahun untuk memasuki Masjid Al-Aqsha dan shalat Jumat. Hal itu menegaskan bahwa penjajah tidak bisa sepenuhnya melarang umat Islam untuk melaksanakan kegiatan ibadah.*/Fadli Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aksi bela Masjidil Aqshaisrael larang shalat jumatMasjid Qubbah As-SakhrahMasjidil Aqshapalestinapemuda palestinapenjajah IsraelShalat Jumatsyahid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syari’at Islam: Nikmat yang telah Disempurnakan, Syukurilah!
Tulisan selanjutnya Temu Relawan se-Sulsel, Tim SAR Dibekali Kewaspadaan Bencana Alam dan Aqidah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?